Minggu, Mei 22, 2022

Ketua DPRD Mukomuko Angkat Bicara Terkait Dividen Bank Bengkulu

Baca selanjutnya

Kupas News, Mukomuko – Penyertaan modal Pemkab Mukomuko saat ini di Bank Bengkulu (BB) di angka Rp30,6 miliar. Dana ini diberikan sejak 2005 hingga 2019 lalu. Beberapa tahun, Mukomuko tercatat sebagai salah satu pemegang saham terbesar atau diatas 10 persen.

Dua tahun terakhir, persentase saham Mukomuko di Bank Bengkulu turun dibawah 10 persen. Hal ini berdampak kepada pemegang saham atau komisaris, setelah posisi Bank Bengkulu Mukomuko lemah.

Kendati demikian kondisi ini butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah dan dewan. Sehingga saat ini perlu dirumuskan Raperda penyertaan modal di Bank Bengkulu.

Selasa, (25/1), Ketua DPRD Mukomuko M Ali Saftaini angkat bicara terkait melemahnya saham Bank Bengkulu Kabupaten Mukomuko. Dirinya mengakui bahwa ini akan menjadi salah satu Raperda yang akan dibahas adalah penyertaan modal Bank Bengkulu.

Penyertaan modal ini, kata Ketua DPRD, dalam dua tahun terakhir terhenti sejak kondisi keuangan daerah mengalami kesulitan. Jika hasil Raperda ini nanti disetujui maka kedepan daerah bisa kembali menambah penyertaan modalnya.

Untuk diketahui, saat ini, sejak 2005, Mukomuko telah menggelontorkan dana sekitar Rp30 miliar, termasuk deviden yang ditahan.

‘’Raperda pernyataan modal ini masuk agenda pembahasan masa sidang satu tahun. Kemudian Raperda ini juga akan menjadi dasar penambahan penyertaan modal di Bank Bengkulu. Sejak awal sudah ada Rp30,6 miliar penyertaan modal daerah di bank ini,’’ kata Ali.

Terkait jumlah penambahan dana yang akan diberikan ke Bank Bengkulu, Ali belum bisa memastikan, bergantung pada kesepakatan dan kemampuan daerah. Ada beberapa alasan diungkapkannya, pertama karena posisi sekarang saham Mukomuko di Bank Bengkulu sudah dibawah 10 persen. Dampaknya Mukomuko tidak memiliki hak jawab terhadap bank ini.

‘’Sesuai ketentuan saham dibawah 10 persen, maka tidak memiliki hak jawab, artinya saat pemerintah ingin melakukan koreksi atau menyampaikan sesuatu, pihak bank tidak wajib menjawabnya,’’ papar Ali.

Kata Ali, seiring turunnya persentase penambahan saham oleh salah satu kabupaten, sehingga laju posisi Bank Bengkulu Mukomuko ikut turun. Selain itu, Mukomuko juga sesuai aturan OJK terbaru, Bank Bengkulu harus menaikkan modalnya hingga Rp 3 triliun, jika tidak maka bisa turun menjadi BPR.

Lebih lanjut, terkait deviden Bank Bengkulu untuk kabupaten, sampai saat ini sudah diangka Rp37 miliar, baik deviden yang ditahan maupun deviden yang ditarik menjadi pendapatan lain-lain daerah.

“Deviden kita di Bank Bengkulu Mukomuko ada yang ditahan dan ada yang ditarik, totalnya diangka Rp37,5 miliar,’’ tutupnya. (Adv/And)

 

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Posisi Penting Indonesia pada Kerentanan Kawasan dan Konflik Global

Kupas News, Artikel - Bulan Mei adalah bulan penting dalam kalender politik bangsa Indonesia. Pada bulan ini kita merayakan hari kebangkitan nasional sebagai momentum...

Terbaru