kupasbengkulu.com, bengkulu utara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Utara akan meminta pengamanan aparat kepolisian untuk melakukan pemutakhiran data awal pada 19 Agustus 2015 mendatang di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Lebong.

Dijelaskan Komisioner KPU Bengkulu Utara, Emi Lenasukanti, digandengnya aparat kepolisian saat berlangsungnya pendataan untuk keakuratan data, tanpa adanya intimidasi dari oknum yang bertanggung jawab di wilayah perbatasan ini.

Diketahui, di wilayah perbatasan ini ada warga yang tinggal di Kabupaten Bengkulu Utara, tapi memiliki Kartu Tanda Penduduk Kabupaten Lebong.

“Saya berharap warga yang tinggal di Kabupaten Bengkulu Utara ini tetapi memiliki KTP Lebong ini tetap bisa menggunakan hak suaranya sesuai dengan Permendagri Nomor 20 Tentang Perbatasan Bengkulu Utara-Kabupaten Lebong,” ujarnya, Selasa (4/08/2015).

Sesuai dengan Permendagri Nomor 20 tersebut, jelasnya lagi, 5 desa masing-masing, Desa Suka Mulya, dengan 2 TPS, 130 warga diantaranya memiliki KTP Kabupaten Lebong, Desa Renah Jaya 1 TPS dengan 280 pemilih memiliki KPT Lebong dan Desa Tanjung Anom 1 TPS 8 warganya memiliki KTP Lebong, ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Giri Mulya, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebong.

“Sedangkan di Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Desa Limas Jaya yang menginduk di Desa Urai sekitar 1.300 pemilih memiliki KTP Lebong, namun 900 orang diantaranya diketahui ingin menggunakan hak suaranya di Pilkada Bengkulu Utara nanti. Sedangkan Kecamatan Napal Putih, Desa Gembung dan Sebayur kita belum dapat informasi awalnya,” beber Emi sapaan akrabnya.

Emi menjelaskan, data ril saat ini pihaknya belum peroleh. Untuk memenuhinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdukcapil, Pemkab BU, dan Kades.

“Kita sebelumnya kesulitan untuk melakukan pendataan mata pilih di wilayah perbatasan ini, lantaran daerah tersebut rawan konflik. Dengan demikian kita akan berkoordinasi besok di Kantor untuk menyelesaikan permaslahan tersebut, sehingga saat pendataan tidak ada yang merasa dirugikan dan tetap berjalan kondusif,” jelas Emi.(jon)