gurita

Gurita di Kabupaten Kaur

Kaur, kupasbengkulu.com – Kabupaten Kaur terkenal dengan wisata bahari yang indah, tidak hanya itu Kabupaten Kaur mempunyai keunikan sendiri dalam hal pengeringan gurita. Gurita kering yang dijemur ini, sangat digemari masyarakat setempat, dan diolah berbagai olahan makanan. Menariknya, gurita didaerah ini menjadi simbol bagi Kabupaten Kaur sebagai oleh-oleh khas makanan Kaur.

Namun, sayang disisi lain gurita ini masih sangat sulit untuk dipasarkan. Dan bahkan banyak warga dari daerah lain merasa ragu untuk membelinya karena takut tidak enak dan juga belum tahu mau dimasak apa.

“Gurita kering disini memang banyak, tapi untuk penjualan keluar daerah itu belum bisa ditembus. Hal ini mungkin karena gurita tidak semua orang menyukainya. Tapi banyak yang beli gurita ini asli Kaur yang tinggal di luar daerah seperti Jakarta, Yogya, Padang, Palembang, Lampung, Jambi Bengkulu dan daerah lainnya,” terang Erman, warga Bintuhan yang sering memancing gurita, Kamis (11/12/2014).

Hingga saat ini, lanjut Erman, gurita kering di Kaur mudah sekali dijumpai yakni di warung-warung atau di rumah-rumah pinggiran pesisir pantai. Di sana banyak sekali dijumpai gurita yang sengaja dijemur meskipun sudah kering untuk dijual dan memudahkan pembeli mencari gurita kering.

Meskipun pemasarannya tergolong sulit, terang dia, gurita kering tidak pernah dijual murah oleh masyarakat. Karena walaupun tidak terjual hari ini atau minggu ini, gurita kering masih bisa disimpan, hingga setahun lamanya.

Diharapkan Erman, dalam upaya pemasaran gurita yang menjadi simbol dan ciri khas makanan Kaur ini, hendaknya Pemerintah Daerah (Pemda) bisa memberi peluang, dan jalan keluar untuk membantu pemasaran gurita keluar daerah.

“Kalau tidak laku, kami tidak akan menjual murah, karena gurita kering ini bisa tahan hingga setahun lamanya,” pungkas Erman.

Perlu diketahui harga gurita kering ini mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 110 ribu per ekor.(mty)