Selasa, Mei 28, 2024

Pabrik Es Kaur Tutup, Aset Terkesan Mubazir

Lokasi Pabrik Es di Kaur yang sebelumnya dikelola oleh Koperasi Suka Maju yang bertempat di Desa Sedaya Baru, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, yang sudah tidak beroperasi lagi. (Foto : Menty Saputri)
Lokasi Pabrik Es di Kaur yang sebelumnya dikelola oleh Koperasi Suka Maju yang bertempat di Desa Sedaya Baru, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, yang sudah tidak beroperasi lagi. (Foto : Menty Saputri)

kupasbengkulu.com – Pabrik Es yang dikelola oleh Koperasi Suka Maju yang bertempat di Desa Sedaya Baru, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur yang dibangun pada 2006 silam terkesan mubazir. Pasalnya pabrik es balok ini kelebihan kapasitas, dan pengeluaran lebih besar dibanding dengan pendapatan. Maka dari itu pabrik terpaksa ditutup dan tidak beroperasi lagi sejak 2007 lalu.

Pabrik ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diturunkan melalui Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten (DKP) Kaur yang kemudian pengelolaannya diserahkan pada Koperasi Suka Maju.

“Pabrik es ini akhirnya tutup, dengan alasan kita tidak mampu untuk mengoperasikan mesin pabrik yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena kelebihan kapasitas cetak yang mengakibatkan gaji karyawan tidak terpenuhi,” ujar Yunizar yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Koperasi Suka Maju, Minggu (11/5/2014).

Dijelaskannya, pabrik ES ini hanya beroperasi selama 8 bulan sebelum akhirnya pabrik tutup. Pada awalnya pihak koperasi mengajukan usulan untuk pabrik es yang kapasitas cetaknya 20 ton saja. Tapi setelah bantuan turun itu diketahui kapasitas 60 ton. Dan ini sangat sulit bagi anggota koperasi untuk mengoperasikan mesin. Karena permintaan lebih sedikit dibandingkan es yang dicetak.

“Pada dasarnya untuk kapasitas 60 ton itu tidak masalah, jika kita bisa memasarkannya dengan lancar. Tapi resiko yang kita terima adalah ketika es balok yang lebih itu kita jual keluar kota seperti ke Lampung, kita terkendala kendaraan, karena kita harus mengeluarkan biaya untuk ongkos angkut,” terang Yunizar.

Selain itu juga karyawan pabrik harus digaji. Otomatis pihaknya harus mengeluarkan modal awal untuk mempertahankan pabrik tetap beroperasi, sementara saat itu suntikan dana tidak kunjung datang.

“Pengeluaran lebih Rp 10 juta per bulan, sedangkan pendapatan itu sangatlah minim bahkan kurang dari itu. Sedangkan untuk mengangkut es balok ke luar daerah itu kita butuh biaya transportasi,” pungkasnya.

Ditambahkan Yunizar saat ini bangunan pabrik es tersebut telah dikembalikan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur sejak 2007 lalu, karena pihak koperasi menyatakan tidak sanggup lagi mengoperasikan pabrik.(mty)

Related

Sebanyak 9 KPM Desa Suka Mulya Terima BLT-DD Tahap II

Sebanyak 9 KPM Desa Suka Mulya Terima BLT-DD Tahap...

Pemprov Dukung Era Society 5.0 Dalam Upaya Menyiapkan SDM Berdaya Saing

Pemprov Dukung Era Society 5.0 Dalam Upaya Menyiapkan SDM...

Kabupaten Lebong Raih Digital Government Award 2024 di Jakarta

Kabupaten Lebong Raih Digital Government Award 2024 di Jakarta ...

Kades Talang Rendah Sulit Dikonfirmasi Usai Bantuan Pengadaan Unggas Ditolak Warga

Kades Talang Rendah Sulit Dikonfirmasi Usai Bantuan Pengadaan Unggas...

Lebong Meraih Penghargaan Sebagai Kabupaten Terbaik Se-Sumatera dalam Digitalisasi SPBE

Lebong Meraih Penghargaan Sebagai Kabupaten Terbaik Se-Sumatera dalam Digitalisasi...