oleh

Pembagian Kupon BLA Ricuh

warga yang mengantre mendapatkan BLA
warga yang mengantre mendapatkan BLA

kupasbengkulu.com – Pembagian dana Bantuan Langsung Allah (BLA) oleh Pemerintah Kota Bengkulu berakhir ricuh. Pasalnya ratusan warga Kota Bengkulu yang memiliki kupon tak mendapat dana BLA. Padahal sebelumnya disebutkan pihak Pemkot bahwa hanya warga yang memiliki kupon saja yang berhak mendapat dana BLA. Karena marah, warga tersebut langsung mendatangi Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, sambil membawa kupon BLA guna mendapatkan hak mereka.

(Baca juga: Pembagian BLA Tak Capai Target)

“Kalau memang dananya tidak ada kenapa kuponnya dibuat banyak-banyak. Mana BLA kami?,” teriak Sukarmi, warga Sungai Hitam Kota Bengkulu.

Disebutkan Sukarmi, dirinya sudah menyerahkan kupon BLA langsung kepada wali kota. Saat itu situasinya sedang ramai dan berdesakan sehingga Wali Kota langsung ditarik mundur oleh para protokolnya. Namun amplop BLA untuk Sukarmi belum sempat diberikan wali kota. Ketika Sukarmi meminta amplop BLA tersebut, panitia tidak mau memberikan dengan alasan Sukarmi tak memiliki kupon.

Lain halnya dengan yang dialami Yanti, warga asal Pasar Bengkulu. Kupon BLA jelas-jelas masih berada di tangannya, namun ketika ia dan rekan lainnya ingin menukarkan kupon dengan amplop BLA, panitia mengatakan dana BLA tersebut sudah habis.

“Dalam aturannya setiap orang hanya memiliki satu kupon saja, dan kupon tersebut langsung dirobek panitia ketika ditukarkan dengan amplop BLA. Nah mungkin sewaktu sudah diberikan amplop, kuponnya tidak dirobek jadi mereka datang lagi ke panitia. Selain itu ada beberapa orang yang membawa lima hingga enam kupon yang merupakan titipan orang lain, yang seperti itu tidak kita perbolehkan,” ujar Kabag Kesra Pemkot, Suryawan Halusi.

Selain itu diungkapkan Suryawan ada indikasi penggandaan kupon oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan jumlah amplop yang disediakan sudah disesuaikan dengan jumlah kupon yang dibagikan, namun masih banyak warga yang mengaku tak mendapat dana BLA.

“Anggaran kita cukup, dialokasikan dana untuk 10.000 penerima. Namanya kita melayani orang banyak pasti ada-ada saja kendala. Yang jelas jumlah amplop dan kupon itu sama, tidak ada kurang. Kita tidak bisa menuduh, tapi bisa jadi ada indikasi penggandaan kupon. Kita juga tidak tahu,” pungkasnya. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed