Tari perpincak an

kupasbengkulu.com, kaur – Pepincak-an merupakan salah satu jenis tari-tarian adat masyarakat Kabupaten Kaur. Pepincak-an ini biasanya dilaksanakan atau diadakan pada acara pesta pernikahan, setelah acara akad nikah. Tari adat ini dilakukan oleh banyak orang yang tergabung dalam satu group yang kurang lebih beranggotak 10 hingga 25 anggota.

Untuk alat yang digunakan pemain, cukup simpel dan mudah didapat, yakni hanya menggunakan dua atau tiga buah gendang dari kulit kambing atau sapi, serta alat pelengkap tarian seperti selendang, saputangan, parang, dan piring. Uniknya para penari semuanya mengenakan sarung baik laki-laki maupun perempuan.

Biasanya sebelum pepincak-an ini terlebih dahulu dipersembahkan beberapa tarian pembuka yakni Tari Saputangan, Tari Piring, Tari Kecik, Tàri Adau-Adau, Tari Kutau, Tari selendang, Tari Pedang, dan berbagai tarian adat lainnya.

Setelah itu baru Pepincak-an atau Besilik (Bersilat). Dalam tarian Pepincak-an ini ada dua pasang penari yang unjuk kebolehan dengan saling serang dan mengelakan serangan lawan. Pemain harus gesit dan tangkas, karena jika tidak mereka akan terkena serangan lawan.

“Biasanya tari Pepincak-an ini dilakukan pada acara pernikahan yakni setelah akad nikah, atau untuk hiburan sore. Para penari harus menggunakan sarung, baik laki-laki maupun perempuan, karena itulah ciri khas tarian adat kita,” pungkas salah satu penari Amir (25).

Untuk anggota penari umur tidak ditentukan, baik remaja maupun dewasa, semua bisa ikut menari, asal tergabung dalam group. Sedangkan biaya untuk acara adat ini tidak terlalu mahal, bahkan kadang-kadang mereka hanya minta disiapkan makan dengan rokok saja. Selebihnya mereka tidak menetapkan biaya.

Namun sangat disayangkan sesuai dengan kemajuan zaman, tradisi ini sudah mulai memudar, dan hanya sebagian kecil masyarakat saja yang menggunakan tarian adat ini sebagai pengisi acara sore setelah akad nikah.

“Memang saat ini sedikit saja yang masih mau memakai adat lama, yakni tari-tarian atau Pepincak-an, karena biasanya ada acara lain. Kalau untuk biaya itu tidak þerlalu mahal, karena kita tidak mematok biaya hanya sekedar uang rokok,” tutur Amir.(mty)