Pupuk Kosong, Petani di Kaur Menjerit

0
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

kupasbengkulu.com – Dengan kelangkaan pupuk yang melanda warga menjelang musim tanam ini membuat petani semakin menjerit. Pasalnya pasokan pupuk yang diecer oleh pengecer resmi belum mencukupi kebutuhan petani.

“Saat ini warga merasa kecewa. Karena pupuk yang dipasok itu dibatasi. Dan saya merasa tidak enak terhadap warga yang belum kebagian pupuk,” ungkap Kepala Desa Cucupan Mardi sekaligus sebagai pengecer resmi pupuk di Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Minggu (4/5/2014).

Mardi mengatakan, kalau pupuk yang dipasok selama 6 bulan satu kali ini berjumlah 20 ton. Pupuk yang dipasok yakni urea, TSP dan Phonska. Dengan jumlah pasokan pupuk yang sedikit itu tentunya tidak mencukupi kebutuhan warga.

Saat ini sudah dua bulan dari waktu yang biasanya pupuk belum juga dipasok dari gudang induk.

“Kebanyakan dari warga memakai pupuk Urea. Dan sekarang pupuk jenis urea sudah habis. Sedangkan pupuk jenis phonska dan TSP itu saat ini masih kosong,” ujar Mardi.

Diharapkan kepada pihak terkait untuk melakukan pengawasan distribusi pupuk mulai dari gudang induk hingga kepengecer. Supaya tidak adanya gejolak dalam masyarakat.

“Memang untuk jenis pupuk urea yang sering dipakai oleh warga itu mengalami kekurangan. Dari 20 ton yang dipasok itu diperkirakan masih kurang 20 ton. Dan kalau maksimalnya pupuk itu dipasok sebanyak 40 ton. Karena 20 ton ini belum setengah yang kebagian,” tutup Mardi.(mty)