oleh

Sabeum Sabar Jelaskan Kisah Turnamen 2015

Sabeum Sabar tampak paling kanan bersama anak didiknya.
Bengkulu, Kupasbengkulu.com– Ajang turnament Taekwondo yang memperebutkan Piala Gubernur Bengkulu Cup  tanggal 6 hingga 9 Februari Tahun 2015 lalu, hingga kini masih meninggalkan bekas mendalam bagi Pelatih Dojang Walikota Bengkulu, sabeum Sabar (44).

Hingga kini banyak penyelesaiannya belum juga rampung, terutama mencari dan meminta tanggungjawab ketua panitia turnamen Yd, yang hingga kini tak jelas keberadaannya.

Sabeum Sabar kini ketibanpulung, akibat honor para wasit dari luar daerah dan dalam daerah belum dibayar panitia, termasuk honor panitia itu sendiri, atas ulah Yd.

Pelatih Dojang Kantor Walikota Bengkulu, Sabar,  Kamis (14/04/2016) mengatakan, masalah ini akhirnya berlarut panjang, tidak hanya soal pembayaran honor semua dalam kegiatan itu, bahkan dirinya mendapat skorsing dari Pengurus Besar Taekwondo Provinsi Bengkulu dalam semua kegiatan. padahal dirinya tidak ada urusan dengan ulah Yd tersebut.

Apalagi kalau dirinya, jelas sabeum Sabar dianggap bertanggungjawab atas penyenggaraan turmanent itu. tudingan itu salah.

“Saya hanya ikut kepanitian dalam kejuaran itu, bersama teman lainnya sebagai seksi koordinator wasit, bukan penanggungjawab kegiatan tersebut. Saya dianggap bertanggungjawab penuh. Kan ada panitia penanggungjawab kegiatanya, itu bukan saya,” jelas Sabar kecewa tudingan beberapa pihak kepada dirinya.

Tidak hanya itu, dirinya kasihan pada para muridnya tidak  dapat melakukan ujian kenaikan tingkat. Anak anak dojang ini tidak bisa gabung dalam ujian kenaikan tingkat yang diselengaran Pengurus Besar Provinsi, serta dojang inipun tidak dapat mengikuti turnamen turnamen Taekwondo yang diselengarakan..

“Saat itu dojang kantor walikota menjadi peserta dan saya menjadi panitia,” ujar Sabar mengenang kisah turnamen yang mencoreng dirinya. (Cr3).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed