kupasbengkulu.com, Bengkulu Utara – Warga Desa Maninjau, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Sabtu pagi (8/8/2015), dibuat geger lantaran Sn (70) tewas dengan cara gantung diri.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban, Kh (50) pada pukul 07.00 WIB ketika ingin buang air besar. Kaget bukan kepalang, ketika melewati samping rumah ia melihat suaminya terbujur kaku dengan kain yang melilit leher tergantung di atap teras samping rumah papan milik mereka.

Panik dengan hal tersebut, ia pun bergegas meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi petani karet itu. Namun apa daya nyawa Sarwan diperkirakan sudah melayang satu jam sebelum ditemukan.

Mendapat informasi, anggota Polsek Batik Nau langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara, disaksikan oleh banyak masyarakat ingin melihat dan mengetahui motif kasus tewasnya Sarwan.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Hendri H Siregar, melalui Kapolsek Batik Nau, Ipda Welli Malau, kepada wartawan, Sabtu (8/8/2015) mengatakan, hasil penyelidikan sementara Alm Sarwan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, akibat depresi yang dideritanya selama satu tahun terakhir. Pihaknya juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Dari keterangan tetangga dan keluarga korban, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami gangguan jiwa sejak setahun terakhir,” demikian Kapolsek.(jon)