kupasbengkulu.com, Bengkulu Utara – Menindaklanjuti dugaan pembangunan proyek bronjong dari pihak Provinsi Bengkulu, yang diduga dibangun asal di Sungai Senali, Desa Senali, Kecamatan Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara.

Ketua Komisi III, DPRD Bengkulu Utara, Mochtadin, kepada wartawan, Senin (4/1) mengatakan, hasil dari sidak yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu, didapati para oknum pekerja bronjong itu mengambil material langsung dari sungai tersebut. Selain itu pengerjaan proyek ini juga terancam ambrol, lantaran pondasinya sudah turun akibat tergerus arus sungai.

“Proyek ini di bangun di Kabupaten Bengkulu Utara, kita juga dapat keluhan dari masyarakat, sudah sewajibnya yang di depan mata ini di jaga. Dari hasil sidak kami, ada 20 bronjong lagi yang belum dikerjakan di lokasi tersebut. Yang mengejutkan lagi kita juga temukan pengambilan material untuk pembangunan bronjong kawat ini berasal dari sungai itu sendiri,” ungkap Mohtadin.

Mochtadin menjelaskan, DPRD Bengkulu Utara tidak berwenang memanggil kontraktor yang membangun proyek tanpa papan merk di lokasi pengerjaannya ini, hal tersebut kebijakan dari Provinsi Bengkulu.

“Kita hanya bisa mengkomfirmasikan kepada rekan-rekan kita di DPRD Provinsi soal temuan ini. Kita ada 8 orang perwakilan dari Bengkulu Utara, kita berharap hal ini dapat berlanjut di provinsi dan mereka seharusnya tanggap,” harapnya.

Selain itu, Mochtadin, membeberkan, 2015 dana yang dikucurkan dari Provinsi Bengkulu untuk Kabupaten Bengkulu Utara sekitar Rp 80 miliar, proyek yang dikerjakan pun masih ada yang ditemukan amburadul baik itu bronjong kawat maupun jalan.

“Kita sebagai perwakilan dari masyarakat Bengkulu Utara merasa kecewa, bila ada yang salah dimata hukum tidak ada yang kebal hukum tidak ada juga yang gerot. Kami sangat berharap rekan-rekan di DPRD Provinsi Bengkulu untuk tanggap soal ini,” pungkasnya.

Untuk di ketahui, dalam pengerjaan bronjong kawat, di Desa Senali, Kecamatan Argamakmur ini di bangun dengan lebar 6 meter, tinggi 5 meter diduga pembangunan bronjong akan dilakukan sepanjang 100 meter.(jon)