eksavator membongkar warung remang-remang

eksavator membongkar warung remang-remang

Kaur, kupasbengkulu.com – Tidak Rela rumahnya dieksekusi oleh tim operasi gabungan dari Pemda Kaur dan Polres Kaur serta TNI, pemilik Warung remang-remang (warem) Desa Sulawangi, Ramdan (30) marah-marah dan melarang tim untuk membongkar rumahnya yang dijadikan sebagai tempat prostitusi. Dengan alasan rumah tersebut sudah tidak digunakan lagi dan sudah dikosongkan, dan sekarang dijadikan sebagai tempat ayam, namun kenyataannya ditemukan hanya satu ekor ayam. Dan diduga tempat tersebut masih digunakan.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, tim eksekusi bangunan tersebut tetap akan melakukan pembongkaran, namun dihalang-halangi oleh pemilik rumah, hal ini sempat diwarnai kericuhan, karena pemilik rumah tidak membiarkan anggota satpol PP membongkar rumahnya, bahkan alat berat yakni eksavator yang digunakan sempat ia peluk supaya tidak bisa digerakan oleh operator.

“Saya rela mati di sini, asal rumah saya jangan dibongkar, karena masalah ini bisa dibicakaran dan diselesaikan secara baik-baik, jangan main hakim sendiri, negara ini negara hukum,” katanya sambil memeluk alat berat yang digunakan tim eksekusi.

Namun masyarakat setempat bersikeras meminta pihak Pemda melakukan pembongkaran, karena terbukti meresahkan warga serta melanggar perda. Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk tidak membongkar rumah tersebut, dan pemiliknya pun akhirnya membiarkan rumahnya dibongkar, meskipun ia tidak merelakan.

“Tidak ada alasan lagi untuk tidak membongkar, karena sudah terbukti serta sudah kita tegur supaya dilakukan pembongkaran sendiri, dan jika tidak dibongkar, maka akan kita bongkar paksa,” pungkas Kasat Pol-PP Suryanto Ajam.

Rumah yang dibongkar pun terdiri dari berbagai bangunan ada yang permanen dan semi permanen, untuk rumah yang permanen, sekat kamar yang luasnya 1×2 meter itu dibongkar dan bangunan harus diberi pintu rumah dan jendela. Pasalnya rumah prostitusi tersebut tidak memiliki pintu depan dan jendela, hanya memiliki pintu samping atau belakang. (mty)