aksi gotong royong warga Kabupaten Kaur

aksi gotong royong warga Kabupaten Kaur

Tradisi gotong-royong masih sangat erat di kalangan masyarakat Kabupaten Kaur. Aksi ini dilakukansetiap Jumat karena memang sengaja diluangkan dan dimanfaatkan untuk mengerjakan pekerjaan yang berbau sosial.

Hal ini tidak pernah ditinggalkan di salah satu desa kecamatan Kota Bintuhan yakni Desa Gedung Sako II Kecamatan Kaur Selatan. Saat jurnalis kupasbengkulu.com melintas di desa tersebut, terlihat keramaian di sebuah rumah yang disanggah dengan dua buah kayu untuk menopang sisi kiri dan kanan bangunan yang terlihat sudah reot.

Yang menarik perhatian adalah tidak ada tanda di jalan, seperti bendera kuning atau merah yang menandakan ada hajat atau musibah di rumah tersebut. Terlihat seperti terjadi sesuatu, merasa penasaran jurnalis kupasbengkulu.com menghampiri salah seorang berdiri di depan rumah. Syafiri ternyata Kepala Desa (Kades) setempat menjelaskan jika mereka sedang melakukan kegiatan rutin Jumat bersih.

Namun kali ini berbeda dengan kegiatan lainnya, karena pemerintahan desa bersama seluruh masyarakat merasa tergerak hatinya untuk membantu salah satu warga desanya Iskandar yang memang tidak mampu, dan tergolong miskin ini belum bisa membuat WC. Maka dari itu dengan bahan material swadaya masyarakat Gedung Sako II secara bersama membantu keluarga tersebut.

“Kami sangat merasa kasihan melihat kondisi keluarga ini yang sudah yatim piatu dan hidup seadanya, dengan keadaan seperti ini. Dan hanya rumah Iskandar satu-satunya didesa ini yang belum memiliki WC,” ungkapnya Haru, Jumat (05/12/2014).

Dikatakannya Sopian merupakan kepala keluarga dirumah tersebut dengan 3 adiknya yang sudah dewasa. Mereka bekerja sama seperti orang lain, tapi mungkin karena keadaan mereka tergolong orang yang penakut, dan jarang keluar rumah dan bergaul dengan masyarakat sekitar.

“Mereka hidup 4 saudara dan belum ada yang menikah, Iskandar bersama keluarganya sering sakit. Dulu rumah ini sangat kecil dan berdindingkan bambu. Namun beberapa tahun yang lalu mereka dapat bantuan dan bisa mengganti dinding bambu menjadi batu bata. Namun sekarang sudah buruk lagi. Kami sebagai masyarakat baru bisa memberikan sebatas ini. Dan kami juga berusaha untuk memperbaiki rumah mereka agar tidak kebanjiran jika hujan karena atap rumah yang bocor,” tutur Syafiri.

Sepertinya Iskandar tidak mau bicara saat kami sapa dan lebih memilih diam dan hanya Kades lah yang menuturkan semua keadaan mereka. Bila perlu punya jadwal khusus untuk bertemu sapa dengan masyarakat dan mendengarkan keluhan mereka.

Penulis: Menti Saputri, Kabupaten Kaur