Selasa, Agustus 16, 2022

150 Ha Areal Persawahan di Kepahiang Beralih Fungsi

Baca selanjutnya

Selain dialihkan, lahan sawah dibiarkan saja meyemak (1)
Areal persawahan di Kepahiang beralihfungsi

kupasbengkulu.com – Tidak kunjung berfungsinya irigasi ketapang yang peruntukannya mengaliri air sekitar 150 Hektare (Ha), lahan padi sawah di Desa Cirebon Baru dan Desa Kandang, Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang.

Sepertinya tidak memberikan pilihan kepada petani didua desa ini kecuali beralih usaha palawija, yakni ubi jalar dan jagung. Mirisnya, usaha atas dasar keterpaksaan ini, diketahui sudah berlangsung sekitar 4 tahun lalu.

” Tidak berfungsinya irigasi ketapang, setelah diterjang bencana longsor pada bagian hulunya sekitar 4 tahun yang lalu. Sejak saat itu pula, petani pemilik lahan usaha padi sawah yang bergantung pada irigasi tersebut berpikir, untuk meninggalkan jenis usahanya sementara waktu dengan menanam jenis tanaman palawija seperti jagung, ubi jalar dan kacang-kacangan,” sampai Kades Cirebon Baru, Hamzah, Sabtu (6/9/2014).

Karena irigasi ini tidak kunjung berfungsi sebagaimana mestinya, sebagai besar pemilik lahan akhirnya benar-benar meninggalkan jenis usaha aslinya dengan beralih ke usaha palawija.

“Warga kita sudah cukup bersabar menantikan irigasi ini dapat berfungsi kembali. Tetapi, yang diharapkan itu tidak juga pernah kunjung tiba hingga 4 tahun lamanya. Dari itu, selain dengan beralih jenis usaha, bahkan menjualnya, ada juga yang dibiarkan menyemak,” terang Hamzah.

Ditambahkan Hamzah, petani di dua desa ini pernah dibuai harapan oleh upaya perbaikan irigasi dari pihak terkait. Tepatnya setelah dilakukan survey dalam rangka mengatasi kendala air irigasi yang disebut-sebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air lahan usaha padi sawah seluas seratusan hektar itu.

“Seingat saya saja. Ada tim dari provinsi yang melakukan survey terhadap irigasi kita itu. Katanya, jalan keluar untuk mengatasi kekurangan air irigasi dengan memindahkan sumber air yang sekarang ini tidak dapat dibuktikan,” keluh Hamzah menutup pembicaraan.(cr11)

Harga Sawit Merangkak Naik, Cangkang Sawit Jadi Nilai Tambah

Kupas News, Bengkulu – Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Provinsi Bengkulu ditetapkan terendah Rp1.511 dan Harga Tertinggi Rp2.020 per Kg dengan toleransi harga...

Keluarga Korban Sodomi Polisikan Oknum Pensiunan ASN

Kupas News, Rejang Lebong – Unit Reskrim Polsek Bermani Ulu Polres Rejang Lebong menangkap seorang oknum pensiunan Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kabupaten Rejang...

Kanwil Kemenkumham Bengkulu Sosialisasikan Kekayaan Intelektual Manusia

Kupas News, Bengkulu – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Provinsi Bengkulu Erfan mengatakan, kekayaan intelektual adalah hak yang...

54 Paskibraka Bengkulu Siap Kibarkan Merah Putih 17 Agustus Besok

Kupas News, Bengkulu – Setelah melalui seleksi dan pemusatan latihan, sebanyak 54 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bengkulu Tahun 2022 dikukuhkan Gubernur Rohidin...

Garda Rafflesia Minta APH Usut Proses Lelang Puskesmas Pondok Suguh

Kupas News, Bengkulu – Proses lelang Renovasi-Penambahan Ruang Persalinan Puskesmas Pondok Suguh Tahun 2022 di Dinas Kesehatan Mukomuko turut menjadi perhatian aktivis lembaga swadaya...

Terbaru