Notril

kepahiang, kupasbengkulu.com- Kehadiran seorang pria penderita lumpuh pada salah satu kaki di tengah-tengah pusat Kota Kepahiang belakangan ini, setidaknya cukup menarik perhatian banyak kalangan masyarakat, terutama dari sejumlah pedagang dan segelintir orang yang secara kebetulan melalui seputaran pertokoan yang terletak di bagian depan pasar Kepahiang.

Setelah mengetahui identitas dan caranya dalam mempertahankan hidup, Notril yang merupakan salah satu dari warga Kelurahan Pensiunan, Kecamatan Kepahiang, akan sangat menyayangkan jika harus terlantar di tengah-tengah kota kelahirannya sendiri.

Sebelum kita mendengarkan satu persatu pendapat dari pedagang maupun masyarakat yang dimaksud, Notril sebelumya memilih cara mempertahankan hidup dari belas kasihan atau dari sisa-sisa makanan yang tedapat diantara tumpukan sampah, sempat merasakan kebahagian hidup bersama dengan istri dan kedua orang anaknya.

Atas sakit yang mendera sekitar dua tahun yang lalu, dan tidak didukung oleh ekonomi keluarga besarnya, Notril akhirnya merapuh dan terlupakan jasanya oleh setiap orang yang pernah mencintainya selama ini.

Dari sisi keterbatasan ekonomi keluarga besarnya itu, maka tidak seorangpun yang dapat mempersalahkan terlebih lagi harus memvonis tidak memiliki rasa tanggungjawab.

Lalu seperti apa pendapat dari orang-orang yang mengenalnya selama ini, diantaranya seorang pedagang nasi goreng yang letaknya tidak jauh dari tempat Notril biasa bernaung, mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami si Notril.

Bukannya sebagai alasan lantaran terbeban harus menyediakan atau menyisihkan sisa jualan yang dia miliki, rasa prihatin pedagang yang dikenal dengan sebutan Deni Nasgor ini, sangat berharap Notril mendapatkan pertolongan dari pihak yang sudah semestinya menanggulangi kriteria seperti Notril.

“Harusnya ada pihak yang sigap dengan hal-hal seperti ini. Bukannya kita merasa keberatan harus menyisihkan makanan disetiap harinya, melainkan untuk kepentingan dan haknya Notril sebagai salah seorang warga kita Kepahiang,” ungkapnya.

Kemudian pendapat lainnya dari warga, mengatakan bahwa Notril kesehariannya seperti orang yang sudah lupa ingatan. Itu tidak lain disebabkan oleh sikap Notril yang tidak seperti biasanya belakangan ini. Salah satunya adalah dengan kerapnya duduk bahkan berbaring di bagian bahu jalan tanpa menggunakan sehelai pakaian pun.

“Saya sangat mengenal Notril. Dulunya dia dikenal orang sebagai seorang pekerja keras dan ramah kepada setiap orang,” beber Tjr Ipul pemilik Toko Khalid Al Carni Herbal.(**)

Penulis, Yopa Mulyansah, Kepahiang