Jembatan penghubung ke Desa Taba Padang.

Jembatan penghubung ke Desa Taba Padang.

Desa Taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, dulunya dikenal sebagai basis pertahanan dalam menghadapi agresi militer Belanda TAHUN 1821.

Selain itu, desa ini juga tercatat sebagai kamp pelatihan Tentara Jepang, sekaligus markas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Atas demografi Desa Taba Padang yang berada disebelah Barat Bukit Barisan dan dibatasi aliran sungai, dinilai oleh warga Marga Bermani Ilir (Kepahiang) yang dipimpin oleh Bambang Buldani Masik, sangat mendukung perlawanan mereka, dalam menghadapi serangan militer Belanda.

Terbukti strategis, Desa Taba Padang sempat juga dijadikan sebagai kamp pelatihan bagi tentara Jepang yang kemudian dikenal dengan nama Padang Rinji (Hutan Jepang). Di tahun 1952, letak strategis Desa Taba Padang dimanfaatkan oleh sekelompok pemberontak PRRI dibawah pimpinan Zakaria Kamidan, sebagai salah satu markas PRRI.

Belajar dari sejarah perlawanan terhadap militer Belanda, PRRI bisa bermarkas di Taba Padang hingga tahun 1963. Sebelumnya, Desa Taba Padang berdiri dari sekelompok warga yang mengungsi Desa Lubuk Saung di tahun 1800.

Warga mengungsi setelah diserang wabah penyakit cacar. Berawal dari itu, sekelompok warga yang diperkirakan berjumlah puluhan kepala keluarga menunjuk salah seorang warga yang bernama Usan sebagai punggawa atau kepala desa (Kades).

Disadur oleh Yopa Mulya