Yusmandi kades Singapura di fhoto menggunakan baju batik.

Yusmandi kades Singapura di fhoto menggunakan baju batik.

Bengkulu Utara,kupasbengkulu.com – Seorang Kepala Desa, Desa Singapura, Yusmandi, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara, peserta ujian paket C mendadak kaget karena diindikasikan menggunakan joki saat ujian.

Peristiwa itu bermula dari SMS yang masuk ke wartawan yang menyebutkan Yusmandi mengikuti ujian paket C menggunakan joki.

Dari investigasi di lapangan, wartawan didampingi pihak panitia mengecek kebenaran ada informasi oknum kades peserta ujian paket menggunakan jasa orang lain, menuju ruangan XIII (tiga belas) ternyata atas nama Yusmandi Kades Desa Singapura hadir selama pelaksanaan ujian terhitung tanggal 4 hingga 7 April.

Beradasarkan pengakuan Yusmandi kepada kupasbengkulu.com usai mengikuti ujian paket C, mengatakan sejak hari pertama dimulainya ujian,Yusmandi dengan tegas mengatakan hadir terus. Bahkan,dia mengatakan SMS itu dikirimkan ke media karena ada salah seorang masyarakat yang tidak suka dengan dirinya.

“Yang jelasnya saya ikut selama ujian paket C dan tidak memakai jasa orang lain,”ungkap Yusmandi.

Sama hal yang disampaikan oleh Amirullah, PKBM yang mengikutsertakan Yusmandi selaku peserta ujian paket C membantah kalau peserta berasal dari lembaganya menggunakan Joki.

“Peserta yang kita daftarkan untuk mengikuti ujian paket ini sudah berdasarkan aturan yang berlaku. Bahkan peserta sebelum ujian sudah kita bekali dengan beberapa soal,”katanya.

Menyikapi adanya informasi peserta ujian paket C menggunakan Joki, Kasi Dikmas Bengkulu Utara, Nazarudin mengungkapkan agak terkejut kalau ada salah satu peserta ujian paket menggunakan Joki.

Setelah dilakukan pengecekan langsung ke ruangan dan diperkuatkan dengan seluruh pesera dalam ruangan tersebut,menyatakan kalau atas nama Yusmandi hari pertama dan terakhir ikut ujian dan tidak diganti oleh orang lain.

“Kalau sekiranya dalam penelusuran dikemudian hari ternyata selama pelaksanaan ada diganti oleh orang lain, maka yang bersangkutan dipastikantidak lulus. Dan tidak menutup kemungkinan akan dilaporkan kepada pihak berwajib,”demikian Nazarudin. (jon)