kupasbengkulu.com, rejang lebong – Bermula dari aksi saling ejek, kembali terjadi perkelahian antar siswa di Rejang Lebong. Bahkan, kali ini pertarungan tersebut menggunakan senjata tajam. Korban, Wahyu Saputra (15) siswa SMP Tarbiyah Kabupaten Rejang Lebong, terpaksa mendapat puluhan jahitan di perut sebelah kiri lantaran sobek tersayat senjata tajam jenis parang oleh pelaku bernama RE (15) warga Desa Kepala Curup, Kabupaten Binduriang bersama dengan kakaknya, Ri (21).

Ketika dalam perjalanan kerumah sakit, salah satu usus milik korban bahkan tersembul keluar. Kejadian ini terjadi di sekitar kantin sekolah, pada hari Jumat (28/8/2015).

Kronologis kejadian, kedua siswa ini tercatat sebagai siswa SMP Tarbiyah. Menurut pernyataan Opi (50) salah satu guru di sekolah tersebut, korban memang membolos sejak pagi hari, sedangkan pelaku masuk ke kelas. Kemudian, ketika memasuki jam istirahat, kedua korban bertemu di kantin sekolah dan saling ejek.

Akhirnya, korban dan pelaku terlibat perkelahian tangan kosong yang berakhir seimbang.

Pelaku ternyata masih belum puas dan menyimpan dendam atas perbuatan korban. Dugaan sementara, korban juga sudah menyiapkan diri untuk perkelahian lanjutan, terbukti dari ditemukannya pisau dari tangan korban. Pelaku pulang kerumah untuk mengambil senjata tajam, kebetulan bertemu dengan Ri yang merupakan kakak kandungnya. Mendengar penjelasan dari adiknya, pelaku ternyata tidak senang dengan perlakuan korban akhirnya ikut bersama adiknya untuk mengeroyok korban.

“Akhirnya kami berkelahi lagi, saya ditusuk di kantin sekolah dan datang sendiri ke Rumah Sakit dengan naik ojek,” ungkap Wahyu pada kupasbengkulu.com.

Selain mendapat luka robek menganga di perutnya, korban juga mendapat luka lebam disekitar wajah dan tubuhnya. Tidak kelang beberapa lama, jajaran Polres Rejang lebong berhasil mengamankan pelaku beserta kakaknya di rumah kos-kosan mereka di Kelurahan Air Rambai.

Ternyata, tidak hanya korban yang mendapat luka sayatan, Ri juga mendapat sayatan diwajah dan luka di bibir dan gusi, akibat gigi yang terlepas.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Mirza Gunawan membenarkan adanya kejadian penikaman yang terjadi saat masih jam belajar ini. Menurut Mirza, kemungkinan dua belah pihak sudah bersiap untuk perkelahian berdarah, karena dari keduanya sama-sama sudah membawa senjata tajam.

Apalagi, lanjut Mirza, kedua belah pihak sama-sama mendapat luka sayat, hanya saja si korban yang mendapat luka cukup parah.

“Kita masih akan mendalami dan mempelajari motif dari kasus perkelahian dengan senjata tajam ini,” demikian Mirza. (vai)