12805848_182749268778642_672344864436842857_n

Oleh: Ronal Utama

Aroma menyengat masih terhirup di area Rutan Malabero Kota Bengkulu, pasca kebararan hebat beberapa waktu lalu. Pecahan kaca, abu dan sampah berserakan.

Beberapa berkas penting dapat terselamatkan, meskipun sekitar 80% bangunan eks Lembaga Pemasyarakatan itu luluhlantak di bragus kobaran api. Hingga kini penjagaan masih diperketat oleh aparat kepolisian, sembari mengenang tragedi terbakarnya lima penghuni Rutan pada Jumat (25/3 lalu) sekira pukul 21.35 WIB.

Terbakarnya bangunan yang didirikan tahun 1935 itu, berasal dari ceroteh empat tahanan Narkoba. Tergedi tertutup kabut itu mulai terkuak, bersama saksi bisu bangunan tua derita.

Persoalan peredaran Narkoba kian terang benderang, tak terduga dan diduga sebelumnya, rumah tahanan menjadi arena pelecehan hukum Negara Republik Indoensia, bukan penyadaran atau penderaan.

ironisnya lagi, saat oknum kepolisian menemukan lobang dengan ukuran berdiameter 17 Cm dan berdiameter 52 Cm. Lobang rahasia ini berisi abu. Dipastikan abu ini adalah bekas tebakarnya suatu benda yang disimpan tanpa sepengetahuan petugas Rutan Malabero.Hingga kini polisi Bengkulu belum memberikan keterangan resmi atas temuan lobang apa ini.

Saksi 27 orang dari para tahanan diperiksa polisi, dengan membagi tiga segi peranan dalam tragedi itu. Pertama, ada yang menjadi otak terbakarnya Rutan. Kedua berperan sebagai pembakarannya. Ketiga sebagai perusak. terencanakah? rupanya ketiga ini tak lengkap, jika peranan bantuan tak terdaftar dalam ke tiga peranan tersebut.

Tragedi yang menghebohkan itu membuat pihak kepolisian Bengkulu harus bekerja marathon, kontinyu, mengingat persoalan ini bukan persoalan sepeleh.

Kini saksi sudah mencapai mencapai 70 orang. Angka fantastic. Akankah pelaku bertambah kembali ? Kemungkinan lain pun dapat merujuk ke semua sektor, terkait kebakaran itu. Jika iya, bagaimana aturan main yang akan terjadi setelah permasalahan ini sudah selesai.

Parahkah atau hotel prodeo itu? Akankah lebih ketat dari pada sebelumnya? Penantian panjang akan ditunggu oleh masyarakat Bengkulu yang masih bertanya-tanya dalam hati kecil mereka. Apa dan mengapakah ini?

Jurnalis