Batu belarik yang melegenda di Kepahiang

Kepahiang, kupasbengkulu.com – Terkesan suka mempermainkan perasaan atau acuh dan malas menjawab pertanyaan seseorang, mengakibatkan empat wanita asal Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang di sumpah menjadi batu.

Cerita rakyat tentang asal muasal Desa Batu Belarik ini, disampaikan oleh tokoh masyarakat desa setempat, Endang Suardi.

Meski sudah banyak versi yang menceritakan sebab awalnya empat wanita disumpah menjadi batu, menurut Endang merupakan hal yang wajar dan dapat memperkaya wawasan masyarakat yang ingin mengetahui tentang cerita legenda di Kecamatan Bermani Ilir, khususnya di Desa Batu Belarik. Berdasarkan cerita yang pernah didengarkan Endang pada masa kecilnya, empat wanita yang lebih disebutnya sebagai empat gadis, di sumpah menjadi batu oleh Si Pahit Lidah atau Serunting, lantaran memberikan jawaban yang dinilai telah
mempermainkannya.

Begini kisahnya, empat gadis tengah menjemur padi disekitar halaman rumah (Saat ini menjadi lahan usaha padi sawah milik Ali Awan). Saat mereka tengah asik mencari kutu, datanglah seseorang pemuda dengan tubuh yang besar menyapa dan bertanya arah jalan menuju salah satu desa yang saat ini dinamakan Desa Taba Baru.

Oleh salah seorang gadis, memberi jawaban yang membuat Si Pahit Lidah merasa dipermainkan. Jawaban dimaksud ” Ikuti saja ibu jari kakimu”.
Mendapatkan jawaban tidak seperti diharapkan, Si Pahit Lidah kembali melontarkan pertanyaan yang sama dan malah tidak digubris oleh ke empat gadis.

Akhirnya, Si Pahit Lidah yang memang dikenal memiliki kesaktian yang tinggi, mengeluarkan perkataan ” Ku sumpah kalian jadi batu “. Belum lagi Si Pahit Lidah melangkahkan kakinya, ke empat gadis sudah berubah menjadi batu.

“Lokasi empat batu itu berada di desa lama Desa Batu Belarik. Sekarang ini sudah menjadi lahan sawah warga. Pindahnya desa dari lokasi batu yang dikisahkan atas kesaktian seorang pangeran (Serunting) yang sakti dari
daerah Sumatera Selatan (Sumsel) sekitar tahun 40 an. Jarak antara batu, saya perkirakan sekitar 4 sampai 5 meter,” terang Endang.(slo)