Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Kepala SMK Negeri 1 Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Feri Agustin diduga membuat laporan fiktif. Dalam pembangunan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014, dengan anggaran mencapai ratusan juta.

Kondisi tersebut, ditandai dengan dalam pembuatan tim Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) fiktif, yang diduga dalam P2S tersebut mencantumkan nama-nama dewan guru, Komite sekolah
selaku pengawas serta masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, dalam pembangunan RKB kepala sekolah sama sekali tidak memasang plang merek pembangunan RKB. Sehingga anggaran dana dalam pembangunan tidak diketahui oleh wali murid. Bahkan, tanda tangan Ketua Komite Sekolah, Hulmansyah diduga juga dipalsukan Kepsek SMKN 1 Batik Nau dalam pembangunan tersebut.

Dikonfirmasi Kepala Sekolah SMKN 1 Batik Nau, Feri Agustin mengakui, atas pembuatan P2S dalam pembangunan RKB di sekolahnya. Namun, untuk dugaan pemalsuan tandatangan, Ketua Komite Sekolah, dirinya membenarkan akan hal tersebut. Hanya saja, kata dia, sebelum menandatangani hal tersebut, dirinya telah berpamitan dengan yang bersangkut, dengan cara menghubngi secara langsung Ketua Komite.

”Memang benar. Tapi, sebelum saya menandatangi hal itu, saya menelpon dirinya terlebiuh dahulu. Sebab, waktu itu dia tengah berada di luar kota,” jelas Feri.

Ia menambahkan, terkait hal tersebut sudah ada mediasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bengkulu Utara. Mediasi tersebut, jelas dia, sudah digelar sebanyak tiga kali.

”Saat ini tengah mediasi, mudah-mudahan besok besok clear,” demikian Feri.(gie)