kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Sepanjang tahun 2015 ini Bulog Divre Bengkulu hanya mampu menyerap 37 persen beras lokal. Divisi Tata Usaha dan Umum, Alfonso Roy, mengatakan dari target 6.000 ton, hanya terpenuhi 2.700 ton saja.

“Karena musim kemarau yang panjang serapan beras lokal di Provinsi Bengkulu hingga November baru mencapai 37 persen saja. Ini tidak hanya terjadi di Sumatera, di Pulau Jawa pun demikian karena untuk menanam padi harus dengan pengairan yang cukup,” ujar Roy, Rabu (11/11/2015).

Diketahui dari serapan beras lokal tersebut, Kabupaten Kepahiang menyumbang 1.075 ton, Rejang Lebong 950 ton, Bengkulu Selatan 310 ton, dan sisanya dari Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, dan Kota Bengkulu. Sedangkan tiga kabupaten lainnya, yakni Kaur, Seluma, dan Bengkulu Tengah tidak menyalurkan beras ke Bulog.

Menurut Roy, capaian beras lokal tahun ini memang sangat rendah bila dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 8.000 ton. Ditambah lagi harga di pasaran lebih tinggi dari harga beli yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 7.300/ Kg. Sedangkan bila para petani menjual langsung ke pasar harganya bisa mencapai Rp 9.400/ Kg untuk jenis Asalan, Rp 10.000/ Kg jenis Seginim, dan Rp 11.900/ Kg untuk jenis beras Manggis.

“Dengan harga beras yang tinggi di pasaran, wajar saja petani enggan menjual ke Bulog. Tapi kita tetap mematuhi harga pemerintah yang ditetapkan pada Inpres,” pungkasnya. (val)