Hamdan Sanusi

Hamdan Sanusi

kepahiang, kupasbengkulu.com – Dana tebas bayang yang selama ini sempat mencapai miliaran rupiah per tahun, terbilang cukup tinggi dan layak untuk dipertanyakan. Terlebih masih seringnya warga ataupun pemanfaat jalan yang mengeluhkan tentang rumput liar yang tumbuh subur disepanjang sisi jalan lintas kabupaten.

Untuk kepentingan pengalokasian anggaran tebas bayang juga kebersihan drainase dan irigasi kedepannya, Anggota DPRD Kepahiang, Hamdan Sanusi meminta transparansi anggaran kegiatan terkait dari Dinas PU (Pekerjaan Umum).

” Kita baru tahu besaran dana kegiatan itu mencapai miliaran rupiah per tahun. Agar jelas, kita akan mempertanyakan ke dinas terkait,” sampai Hamdan, pada Rabu (13/4/2016).

Dalam pertemuan atau hearing bersama pihak Dinas PU, akan menentukan kebutuhan anggaran tebas bayang dan efektifitas pelaksanaan seperti diharapkan masyarakat sekitar 6 kali dalam satu tahun.

“Semuanya nanti akan kita bahas bersama pihak dinas terkait. Transparansi ini penting dalam rangka menjawab keraguan warga maupun pihak lain menyangkut total anggaran yang dialokasikan terbilang sangat tinggi,” ujarnya.

Disamping transparansi anggaran kegiatan tersebut, diharapkan juga dapat menjelaskan tentang rincian pelaksanaan tebas bayang berikut kebersihan drainase dan irigasi yang telah digelar oleh Dinas PU. Seperti halnya yang dikemukakan oleh Kabid Bina Marga Dinas PU, Abdi Negara sebelumnya, jika pelaksanaan tebas bayang digelar 3 kali dalam satu tahun.

“Totalnya memang sempat mencapai Rp 4 miliar. Kemudian terus menurun seperti ditahun lalu sekitar Rp 2,8 miliar dan pada tahun ini hanya Rp 250 juta. Tapi peruntukan dana itu tidak sekedar untuk tebas bayang, melainkan juga untuk kebersihan drainase. Tebas bayang kita laksanakan rutin 3 kali dalam satu tahun,” terang Abdi sebelumnya.(slo)