Kaur, kupasbengkulu.com – Masyarakat Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, khususnya Desa Pasar Lama dan Desa Sekunyit sekitarnya yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Saat ini, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kesulitan untuk menyimpan hasil tangkapan nelayan. Pasalnya, tidak ada lagi pabrik es, yang memproduksi es balok di Kabupaten Kaur.

Saat ini untuk memenuhi kebutuhannya nelayan membeli es kulkas, yang biasa dijual warga kepada nelayan. Setiap hari nelayan membeli es kulkas yang dijual warga dengan cara berlangganan.

“Untuk memenuhi kebutuhan es kami membeli es kulkas dari warga dan berlangganan setiap hari supaya perolehan ikan tidak cepat busuk dan tahan lama, karena disini tidak ada lagi pabrik es balok,” kata Bone, salah seoarng pengurus TPI Pasar Lama, Senin (3/11/2014).

Dikatakannya, penggunaan es kulkas ini sangat berbeda dengan saat mereka menggunakan es balok. Karena ketahanan es balok jauh lebih bagus dari es kulkas. Selain itu juga biaya yang dikeluarkan nelayan juga jauh lebih mahal karena es kulkas ini cepat mencair dan harus berkali-kali diganti.

“Kalau kualitas esnya itu lebih bagus es balok sih, selain tidak cepat mencair juga biayanya lebih irit dibanding es kulkas ini,” tutur Bone.

Jika dirupiahkan pembelian es balok Rp 100 ribu lebih murah berbanding es kulkas yang mencapai Rp 200 karena es cepat mencair dan selalu diganti dengan es baru. (mty)