Baksir

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang masuk di BNK Bengkulu hasil mengejutkan ternyata 75 persen pengguna narkoba yakni kalangan pekerja yang sisanya dari kalangan pengangguran.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BNK Bengkulu Bakhsir saat menghadiri Coffee Morning di Kantor Wali Kota Bengkulu yang disambut langsung oleh Wakil wali Kota Bengkulu Patriana Sosialinda. Dimana data yang diperoleh tersebut telah dihimpun selama tahun 2015 ini.

Secara persentase tersebut, hal ini memang sangat darurat, nyatanya di tahun 2015 tersebut jumlah pengguna mencapai 4,5 juta. Dari perhitungan tersebut pengguna lebih banyak pria ketimbang wanita berkisar 75 persen bagi pria dan 25 persen lagi wanita.

“Kalau setiap hari di Kota Bengkulu setiap harinya ada kasus pengguna dan pengedar narkoba, namun setiap harinya meninggal pada dasarnya banyak dari remaja mulai umur 15 keatas,” ungkap Kepala BNK Bengkulu Bakhsir.

Dalam catatan terakhir ini setiap harinya jumlah korban meninggal mencapai 33 orang akibat zat adiktif tersebut. Ditafsir kerugian akibat narkoba mencapai Rp 63 triliun jauh dari bandingan anggaran untuk mengatasi narkoba yang hanya mencapai Rp 54 triliun ditahun 2014.

“BNP sudah menghibahkan lahan namun untuk fisik belum ada dananya nanti kita minta TAPD untuk membahas minimal terapi dan rehabilitasi,” ucap Kepala BNK Bengkulu Bakhsir.

Sependapat dengan itu, wakil wali Kota Bengkulu Patriana Sosialinda sangat mengapresasi untuk melakukan pencegahan narkoba berkembang di Kota Bengkulu yang kain lama kian serius. Karena itu, ia mengajak agar para remaja dan para pemuda serta warga kota Bengkulu untuk segera perangi narkoba sehingga tidak berkembangnya narkoba di Kota Bengkulu.

“Kita ajak persoalan bangsa ini saling membantu, Kalau ahlinya mengatakan anak-anak jenius sering terkena narkoba karena tingkat pengetahuannya tinggi. Untuk itu saya ingatkan kepada pemuda-pemudi jangan menggunakan narkoban karena jelas berbahaya dan tak ada manfaatnya,” Imbau Patriana.(dex)