kupasbengkulu.com, Bengkulu Utara – Tidak menetunya tingkat kenaikan valuta asing (Dolaar) berimbas dengan batalnya investor masuk menanamkan modal ke Bengkulu Utara. Hal itu dikatakan Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi kepada kupasbengkulu.com,Rabu (19/08) usai mengahadiri doa bersama di Polres Bengkulu Utara.

Dijelaskan Imron,dengan adanya kelabilan dollar yang terjadi sekarang ini memang luar biasa pengaruhnya dengan pihak investor untuk menanamkan modalnya. Bukan saja di Bengkulu Utara tetapi terjadi dengan kabupaten yang lain. Seperti yang sudah pernah disampaikan pemerintah daerah Bengkulu Utara akan mengundang investor dari China untuk membangun gardu pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga uap yang sumbernya dengan menggunakan cangkang kelapa sawit terpksa ditunta. Alasannya, pihak investor masih menungguh stabilnya dollar.

“Saya yakin program itu akan berjalan. Mengenai kapan itu,tergantung dengan pihak pemerintah pusat. Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat,”demikian Imron. (jon)