KUPAS BENGKULU – Aktivitas pembangunan perumahan oleh pengembang Laskita memicu kemarahan warga di Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu. Pasalnya, limbah tanah kuning hasil pembangunan menutupi siring di Jalan Kebun Indah RT 11 RW 06, sehingga menyebabkan badan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, limbah berupa potongan kayu dan ranting pohon juga dibuang sembarangan hingga menumpuk di jalan menuju pemakaman umum warga RT 04 Kelurahan Sukarami. Kondisi tersebut menyulitkan warga yang hendak melintasi akses jalan makam, terutama saat ada kegiatan pemakaman.

Sampah yang menutupi jalan ke Pemakaman

Ketua RW 06, Warli Idsun, menjelaskan bahwa jalan poros RT 11 tersebut merupakan jalan yang baru saja dibangun melalui Program Jalan Mulus Pemerintah Kota Bengkulu. Namun, akibat aktivitas pembangunan perumahan, tanah kuning dari lokasi proyek tumpah ke badan jalan dan menyebabkan permukaan jalan licin, khususnya setelah hujan turun.

“Jalan ini baru diusulkan dan dibangun melalui program Jalan Mulus Pak Wali Kota. Sekarang justru dirusak lagi oleh developer perumahan. Warga kami sudah ada yang jatuh karena jalan licin. Kami malu dengan Pak Wali Kota,” ujar Warli

Jalan mulus program walikota bengkulu, kini menjadi jalan licin akibat limbah perumahan laskita

Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga mendatangi lokasi, baik di jalan makam maupun di jalan poros RT 11 Kelurahan Sukarami. Warga juga mengundang pihak terkait untuk hadir dan menyelesaikan persoalan yang dinilai telah meresahkan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Dari pihak pengembang, Dimas selaku perwakilan Laskita menjelaskan bahwa pihaknya telah membayar seseorang untuk mengangkut limbah pembangunan. Namun, ia mengaku tidak mengetahui bahwa limbah tersebut justru dibuang di tengah jalan menuju pemakaman umum di wilayah RT 04 Kelurahan Sukarami.

Pihak pemerintahan dan kamtibmas beserta masyarakat menyaksikan langsung kondisi di lapangan

Sementara itu, dari pihak pemerintah kelurahan, Sekretaris Kelurahan Sukarami, Martini.yang dan beberapa staf kelurahan yang hadir langsung ke lokasi menyatakan akan menelusuri pokok permasalahan tersebut. Pihak kelurahan juga akan meminta pertanggungjawaban dari pengembang Perumahan Laskita atas dampak yang ditimbulkan terhadap fasilitas umum dan keselamatan warga.[Ipul Pekal]