Jumat, Januari 28, 2022
Array

Girik Cik: Cagub yang Bedegub

Baca selanjutnya

By: Cik Ben

Pemilihan Gubenur Bengkulu tinggal menghitung bulan lagi. Dapat dipastikan, para peminat jabatan politik ini akan lebih dari dua pasang calon. Apakah niat dan tekad para calon untuk jabatan politik iu murni pengabdian? Tanpa niat mencari pundi-pundi, guna kepentingan pribadi?

Pertanyaan diatas mungkin seperti tidak mencerminkan  pemikiran intlektual. Terserahlah, tapi realitasnya pertanyaan semacam itu di masyarakat. Mereka juga sadar, ini dunia nyata, bukan dunia khayal. Yang jelas, sebagai warga Provinsi Bengkulu, ‘fardhu a’in’ mempertahankan gubenur yang bukan ‘kaleng-kaleng’.   Tetapkan pilihan pada  Cagub yang bedegub.

Di masyarakat ada pertanyaan, kenapa kita mesti memilih seorang intlektual sebagai Gubenur Bengkulu mendatang? Bukankah sosok seperti itu  ‘terlalu’ untuk gubenur sekelas Provinsi Bengkulu? Mungkin Si Penanya itu  sedang lapar, atau kebanyakan makan pendap.

Apa dan siapapun di negara demokrasi ini, boleh mengutarakan pendapat. “Asal jangan nyinggung nden. Kalu nyingung, plisi lawannyo. Makan nasi becentong di Bentiring klak”.

Kalau Cik disuruh ngejawab, maka jawabnya juga sama dengan pertanyaan standar bahasa yang digunakan Si Penanya. Apakah Si Penanya, cemburu kalau misalnya Rohidin Mersyah yang kini belum memutuskan untuk menjadi Cagub itu seorang intlektual? Apakah penanya mau seperti Gubenur Bengkulu,  seperti gubernur di periode sebelumnya? Apakah karena Rohidin Mersyah itu melakukan konsep pembangunan yang spektakuler di negerinya sendiri? Misalnya.

“Terlepas dari itu, Cik Tau tapi Cik Slow. Cik litak kalu begonta-ganti manjang gubernur, idak sesuai jadwalnyo. Kalu beganti gubenur kelak, beganti pulo konsepnyo. Ujung-ujung idak ado nangselesai. Eloklah cubokan daulu nangado kini dekek konsepnyo, suruh enyo lanjutkan. Apolagi Gubenur Rohidin baru definitif kekiro delapan bulanan”.

Soal gubenur sempat di fitnah, dibuli  itu soal biasa.  Resiko jadi gubenur. Yang tidak biasa itu kalau hal itu tidak pernah ada. Itu namanya gubenur antara ada dan tiada.

Kalau ita mau neral dan obyektif, pertanyaanya adalah, seperti apakah idealnya Gubernur Provinsi Bengkulu mendatang? Pertama, paling tidak dia harus seorang intlektual. Ini baik supoirt bagi generasi muda. Putra terbaik Provinsi Bengkulu. Tidak pernah terlibat masalah dengan hukum.  Punya niat dan konsep baik untuk membangun Provinsi Bengkulu. Terakhir sakinah, mawadah, warahmah.

“Tapi yang terpenting jadilah gubenur mendatang,  kalu pacak, negara jangan rugi, kito dapek dikit”.

*Wartawan tinggal di Bengkulu   

- Advertisement -

Genap Setahun, Kapolri Usung Semangat Transformasi Polri yang Presisi

Kupas News, Jakarta – Jenderal Listyo Sigit Prabowo genap menjabat satu tahun menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), hari ini, setelah dilantik oleh...

Pemkot Bengkulu Raih Predikat Standar Kepatuhan Pelayanan Publik

Kupas News, Bengkulu – Ditahun 2021, standar pelayanan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali meraih piagam penghargaan predikat kepatuhan tinggi standar pelayanan publik dari Ombudsman...

Dua dari Tiga Pelaku Curanmor di Seluma Masih Dibawah Umur

Kupas News, Seluma – Tiga orang tersangka berinisial RP (17) , AL (17) dan DH (20) terlibat Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Ketiganya merupakan warga...

Gubernur Rohidin Pastikan Alokasi Dana KUR Sentuh Industri Kecil

Kupas News, Bengkulu – Provinsi Bengkulu kembali mendapatkan penambahan alokasi kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Pemerintah Pusat yang akan disalurkan melalui Bank Himbara...

Bengkulu Masuk 10 Besar Nasional Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Kupas News, Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berhasil mendapatkan predikat Baik dengan perolehan nilai 2,79 di atas Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan nilai...

Terbaru