gurita

Gurita Kaur

Kaur, kupasbengkulu.com – Bila anda berkunjung ke Kaur, jangan lewatkan masakan Khas Kaur yakni menu gurita. Disini gurita dapat diolah menjadi berbagai masakan seperti Gulai gurita dengan santan kental, sambal, dan olahan lainnya seperti sate dan asinan gurita atau gurita kering.

Ketika memasuki kawasan wisata yang terletak kurang lebih sekitar 15 kilometer dari kota Bintuhan ini terlihat dipinggiran jalan banyak sekali kita temui gurita kering yang sengaja dijemur oleh warga setempat. Serta warung makanan dan tidak ketinggalan warung sate gurita khas Kaur.

Di Desa Linau khususnya selain anda bisa langsung melihat pengolahan gurita untuk dikeringkan atau diasinkan juga bisa menyantap sate gurita sambil menikmati keindahan pantai ditambah halus dan putihnya pasir dengan birunya air laut linau dari tepi pantai langsung.

“Gurita memang sengaja kita jemur dipinggir jalan, supaya mudah dilihat oleh pembeli. Dan disini terdapat banyak warung yang menyajikan sate gurita,” papar Kardi (30) warga Desa Linau yang merupakan pencari gurita.

Kardi menuturkan tidak sulit untuk mengolah gurita, awalnya kita membutuhkan sebilah pisau untuk membelah dan membersihkan gurita. Kemudian gurita dibelah menyerupai sebuah layangan yang bagian kepala dan badannya diberi penahan sebilah bambu yang tentunya sudah diukur dan dibuat seperti tusukan sate digunakan sebagai penahan sisi kiri dan kanan gurita supaya mudah dijemur dan dikeringkan.

Di Kabupaten Kaur, gurita kering ini disebut “Ge’ih Ke’ite”. Untuk mengeringkan gurita ini tidak butuh waktu lama, jika panas seharian pengeringannya cukup tiga hari saja. Dan setelah itu baru bisa diolah untuk dibuatkan menu makanan.

Selain bisa disambal, gurita kering juga bisa disayur dengan santan kelapa, tentunya dengan sayuran khas Kaur seperti untuk campuran kacang panjang, terong, pare dan sayuran lain.

Gurita kering ini dijual warga dengan harga berpariasi, sesuai dengan ukuran yakni mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu per ekornya.

Namun untuk gurita basah atau yang baru dapat satu ekornya dihargai Rp 10 ribu hingga Rp 80 ribu.(mty)