Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

kupasbengkulu.com – Menghadapi Pasar Bebas tahun 2015 mendatang, koperasi yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi dan UKM perlu disertakan modal, pembinaan serta bimbingan dari semua pihak. Baik itu dari pihak dinas terkait maupun dari pihak pengusaha yang ada. Hal itu dikatakan Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi, Selasa (23/9/2014).

“Tujuan koperasi itu sendiri adalah untuk mensejahterakan anggotannya. Menghadapi pasar bebas mendatang, jika tidak disertai dengan kemapuan untuk bersaing dengan dunia luar, maka masyarakat itu sendiri yang akan rugi. Melalui koperasi, silakan berkreasi yang untuk mengembangkan usahanya dengan cara membuka usaha kecil. Buatlah produk yang bisa dijual keluar daerah,” terang Imron.

Secara terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bengkulu Utara, JP. Siregar kepada kupasbengkulu.com menyampaikan, dari data yang ada jumlah koperasi di Bengkulu Utara yang aktif hanya ada sekitar 130 koperasi.

Dari pengamatan dilapangan, kendala koperasi yang tidak berjalan disebabkan kekurangan modal usaha serta tidak memiliki keterampilan dalam mengembangkan usaha. Selain itu, tambah dia, belum adanya keseriusan dari pihak dinas lain untuk mencari jalan keluar, serta memasarkan hasil usaha yang dilakukan oleh koperasi itu sendiri.

“Sebetulnya, saya melihat permasalahan koperasi macet, terkendala oleh modal, keterampilan serta ilmu tentang menejemen dalam mengelolah suatu usaha. Ada dinas lain yang seharusnya mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan usaha dari koperasi untuk mencari bangsa pasarnya,” demikian Siregar. (jon)