KUPAS BENGKULU – Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL) Kota Bengkulu menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp100 juta bagi masyarakat terdampak bencana alam di Sumatera Barat.

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi dari berbagai pihak, di antaranya dari beberapa organisasi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kota Bengkulu, serta keluarga besar perantauan Minang terkhusus keluarga besar Malalo yang bermukim di Bengkulu.

Ketua IKMAL Bengkulu Jonnatan, SE St. Marajo menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan berupa sembako, pakaian layak pakai, pakaian anak sekolah, peralatan dapur, serta uang tunai yang diperuntukkan bagi kebutuhan mendesak para korban bencana. Seluruh bantuan tersebut akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang terdampak paling parah Melalui wali kanagarian atau kelurahan di Malalo, terutama untuk Guguk Malalo dan Padang Laweh.

“Donasi ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Bengkulu, khususnya keluarga Minang di perantauan, terhadap saudara-saudara kita di Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah,” ujar Jonnatan yang didampingi Ketua Bundo Kandung Kota Bengkulu Roza Hajar, S.Pd

Jonnatan menambahkan, keterlibatan TBM Kota Bengkulu dan para donatur organisasi menjadi bukti bahwa semangat gotong royong lintas komunitas masih sangat kuat dalam membantu sesama, terutama di saat kondisi darurat akibat bencana alam.

Ditambahkan Ketua TBM Kota Bengkulu Neldawati, S.Pd Pihak nya telah berkolaborasi dengan Masyarakat Bengkulu terkhusus Masyarakat Riak siabun Melalui Kepala Desa Mustan telah mendonasikan Uang tunai dan Pakaian layak pakai, selain itu pihak lain ikut berdonasi yakni Hennatul Putri, M. Pd, Forum PAUD, Himpunan Pendidik dan tenaga Kependidikan Anak Usia Dini ( HIMPAUDI) Kota dan Provinsi Bengkulu.

“Saya sangat berterima kasih terutama kepada rekan rekan HIMPAUDI masyarakat riak siabun, dan warga kota Bengkulu yang telah berempati terhadap keluarga kita yang terdampak bencana di Sumatera Barat” imbuh Neldawati.

Ketua IKMAL Bengkulu juga berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak, sekaligus membantu proses pemulihan kehidupan pascabencana. Selain itu, Jonnatan juga mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial terhadap korban bencana di berbagai daerah di Indonesia.

“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Semoga donasi ini membawa manfaat dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi, dan satu hal yang perlu ditanamkan bagi masyarakat minang diperantauan adalah jangan pernah lupakan kampung halaman,” tutupnya.

[Ipul pekal]