IYF Bengkulu1

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – President Director ISYF, Fajar Kurniawan, mengatakan ke depan di Bengkulu akan dibangun Indonesia Youth Forum (IYF) Centre, seperti layaknya yang sudah dibangun di Garut dan Jakarta. Hal ini dilakukan karena sebelumnya Bengkulu pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan Asean-Japan Youth Forum, yang melibatkan ratusan pemuda dari Jepang dan negara-negara Asean. Saat ini pun Bengkulu dipercaya menjadi pelaksana IYF 2015.

“Kegiatan ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi pemuda. Di Garut dan Jakarta sudah didirikan IYF Centre dan sedang dipertimbangkan untuk dibangun juga di Bengkulu,” ujar Fajar, Kamis (07/05/2015).

Fajar mengakui sejauh ini gaung dari IYF itu sendiri belum tersebar luas ke masyarakat, padahal dirinya yakin banyak pemuda yang memiliki ‘social project’ yang bagus namun tidak tahu bagaimana harus mengembangkan dan mengaplikasikannya ke masyarakat.

“Kalau IYF Centre sudah terbangun di Bengkulu, otomatis banyak pemuda yang termotivasi membuat social project-nya masing-masing,” katanya.

Sementara, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Imam Gunawan mengatakan pihaknya sangat mendukung pelaksanaan IYF di Bengkulu. Menurutnya Indonesia membutuhkan sebanyak-banyaknya organisasi kepemudaan yang mengasah kreativitas dan leadership serta memberdayakan pemuda.

“Kemenpora sangat mendukung dan siap memfasilitasi sesuai kebutuhan para pemuda,” katanya.

Ratna Ayu Puji Pratiwi, salah satu peserta asal Bengkulu mengaku sangat bangga menjadi salah satu peserta IYF 2015. Adapun social project yang akan ditawarkannya berbasis pengembangan dan pembinaan wirausaha produk olahan susu serta pembinaan terhadap anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan.

“Project ini dilatarbelakangi fenomena maraknya konsumsi susu impor sehingga mematikan produktivitas ibu-ibu rumah tangga guna meningkatkan perekonomian keluarga Indonesia. Tidak hanya itu, karena basis ilmu saya keguruan, yang akan dilakukan ke depan mengajarkan baca tulis serta Bahasa Inggris kepada anak-anak di panti asuhan,” katanya.

Demikian halnya dengan Benedictus Asriparusa, peserta asal Riau yang berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan teknologi pintar Early Warning System (sistem peringatan dini) agar masyarakat terhindar dari banjir maka diciptakanlah Zephyrus. Teknologi yang ia ciptakan adalah SWAT (Smart Weather Alerting Technology), di mana alat ini mampu mengirimkan SMS secara otomatis ketika curah hujan melebihi ambang batas dan berpotensi banjir.

“Dengan pengembangan teknologi semacam ini nantinya masyarakat dapat terhindar dari banjir,” demikian Benedictus. (val)