Ini Dia Penyebab Pudarnya Nilai Adat Istiadat di Kaur

0
Ini Dia Penyebab Pudarnya Nilai Adat Istiadat di Kaur

Kaur, Kupasbengkulu.com – Budaya dan adat suatu daerah merupakan ciri khas daerah itu sendiri. Nilai-nilai budaya, adat istiadat ini berkaitan erat dengan otentisitas perilaku kehidupan masyarakat.

Dengan perkembangan zaman dan mulai masuknya budaya luar, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kaur berharap, masyarakat tidak melupakan bahkan menghilangkan budaya lokal yang tentunya akan membawa ke arah yang lebih baik.

Namun, dari pengamatan Pemda setempat, nampaknya masyarakat sedikit mulai sedikit sudah melupakan budaya dan adat Kabupaten Kaur. Hal ini tentunya tidak akan dibiarkan begitu saja. Karena budaya dan adat daerah merupakan sebuah kekayaan dan kebanggan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kaur.

“Disini adat istiadat dan budaya Kabupaten Kaur dalam masyarakat kita mulai memudar, terutama dalam diri anak-anak muda saat ini. Salah satu contohnya adalah hiburan tradisional kita seperti maingan yang mana saat ini maingan telah dilupakan dengan diganti hiburan organ tunggal atau musik,” kata Nandar.

Dikatakan Nandar, Kabupaten Kaur memiliki tiga adat, yakni adat Pasmah, dan adat Semende dan adat Kaur. Dan ketiga sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat yang lebih baik dan harus dijunjung tinggi.

Dalam hal ini, Nandar menjelaskan, Pemda akan menggodok Perda Adat yang tentunya diseimbangkan dengan ketentuan agama yang dianut masyarakat. Jika ada pelanggaran adat dalam masyarakat, tentunya diserahkan pada pemerintahan desa dan BMA.

”Sangat jelas sekali perubahan didalam masyarakat, yang tidak jarang hiburan ini berpotensi membawa kebiasaan buruk anak muda, seperti potensi mengkonsumsi obat-obat terlarang, serta minum-minuman keras supaya bisa berjoget ria dan dibilang gaul atau keren,” demikian Nandar.(mty)