Kaur, kupasbengkulu.com – Musim hujan yang saat ini melanda Kabupaten Kaur membuat masyarakat khawatir, terutama warga yang pemukimannya dekat dengan sungai dan didataran rendah.

Salah satunya, di Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal yang belum lama ini mengalami kebanjiran sehingga air sempat naik dan masuk kedalam rumah. Meskipun air yang masuk ke dalam rumah hanya sebentar dan segera dibersihkan, tapi warga masih merasa was-was, takut banjir susulan dari sungai nasal dekat pemukiman warga akan terjadi.

Salah satu warga, Santi menuturkan jika sebelumnya memang pernah terjadi kebanjiran hingga kepemukiman warga, hingga sekarang kebanjiran tersebut sering terjadi karena dampak dari pembukaan lahan perkebunan di atas perbukitan Kecamatan Nasal.

“Selain dampak dari pembukaan lahan perkebunan, juga akibat dari pengerukan dan pengambilan batu-batu yang ada dipinggiran sungai oleh masyarakat, yang disayangkan pengambilan batu-batu ini bukan dari masyarakat lokal, melainkan pendatang, dan merupakan sebuah mata pencarian mereka,” papar Santi.

Dikatakannya saat ini Galian C yakni penambangan batu yang dilakukan oleh warga sudah bertentangan dengan Peraturan Pemerintah. Pasalnya didekat aset negara itu tidak boleh dilakukan penambangan, tapi yang terjadi didekat bahkan dibawah jembatan Kecamatan Nasal dilakukan penambangan.
Oleh sebab itu, diharapkan Pemda Kabupaten Kaur agar lebih Jeli dalam mengeluarkan izin pertambangan tersebut, karena ada beberapa prosedur yang perlu dikaji sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar.(mty)