Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE.

Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE.

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kepergian Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan ke India guna kepentingan berobat sejak dua bulan terakhir memunculkan banyak spekulasi di tengah masyarakat.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik yakni adanya kedekatan adik kandung Ketua MPR, Zulkifli Hasan ini dengan orgnanisasi Jamaah Tabligh.

Pendapat tersebut muncul dalam dengar pendapat antara perwakilan mahasiswa dan pemuda Bengkulu yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat Wali Kota dengan DPRD setempat, Senin (21/12/2015).

“Ada banyak spekulasi berkembang selain sakit dan berobatnya wali kota ke India, salah satunya yakni keterlibatan beliau dengan Jamaah Tabligh dan berangkat ke India untuk mengajak orang-orang meramaikan masjid, mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa,” kata salah seorang perwakilan aliansi, Melyansori.

“Saya juga sempat aktif di Jamaah Tabliqh, niat wali kota sangat baik mengajak manusia meramaikan masjid, namun jika ia ingin melakukan itu maka ia harus melepaskan jabatan wali kotanya, karena jabatan wali kota juga merupakan sebuah panggilan dan amanah dari Tuhan,” lanjutnya.

Perwakilan pemuda dan mahasiswa di Kota Bengkulu tersebut mempertanyakan kebenaran jika Helmi Hasan ke India untuk kepentingan berobat.

Sebelumnya Wali Kota Helmi Hasan mengajukan izin berobat ke India pada Mendagri selama 45 hari sejak tanggal 22 Oktober 2015 hingga 5 Desember 2015.

Permohonan itu disetujui oleh Mendagri melalui surat nomor 99/45/8/Otda.

Selanjutnya Helmi Hasan mengajukan izin perpanjangan dari tanggal 4 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016.

Izin ini juga disetujui oleh Mendagri melalui surat nomor 009/7004/Otda.

Persoalan muncul saat para mahasiswa meragukan alasan wali kota berobat ke India karena sakit.

“Kami meminta dewan untuk memverifikasi kebenaran alasan sakit itu, apakah benar surat tersebut. Lalu jika sakit, sakit apa?” Kata Feri Vandalis salah seorang perwakilan aksi saat dengar pendapat dengan dewan.

Menurut mahasiswa waktu dua bulan untuk berobat terlalu lama apalagi di surat permohonan izin tidak disebutkan apa sakit yang diderita oleh wali kota.

Selanjutnya, mahasiswa juga meminta agar dewan menelusuri bagaimana mekanisme perizinan hingga Mendagri mengeluarkan izin.

Lalu melakukan verifikasi bagaimana penyerahan mandat dari wali kota ke wakil wali kota.

Anggota dewan dari PAN Kusmito Gunawan menyatakan bila izin berobat wali kota telah melalui aturan yang berlaku.

“Tahapannya jelas, ada rekomendasi dokter RSUD Kota Bengkulu, gubernur hingga diberikannya izin oleh Mendagri,” jelas Kusmito.

Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu, Yudi Darmawansyah juga menyatakan bahwa wali kota telah mendapatkan izin sesuai mekanisme oleh Mendagri.

“Sampai sejauh ini pemerintahan di Kota Bengkulu tetap berjalan normal karena dijalankan oleh wakilnya,” papar Yudi.

Mahasiswa mendesak dewan melakukan pengecekkan langsung ke rumah sakit di India tempat wali kota berobat.

Sakit Wali Kota

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Bengkulu, Salahudin Yahya menjelaskan jika benar wali kota ke India untuk kepentingan berobat.

“Sakit beliau itu bukan dari sudut pandang orang yang melihat. Sering beliau ungkakan sakit beliau itu berasl dari kegelisahan, kegundahan contoh ia tak lagi mencucurkan air mata, saat mendengarkan ayat-ayat suci Alquran atau bersujud saat salat.Ternyata sebagian orang dari pemahaman beliau kegelisahan dan kegundahan berdampak terhadap kesehatan psikis,” papar Salahudin.

Ia melanjutkan fakta itu terlihat, saat Helmi Hasan dirawat di rumah sakit di Jakarta, Salahudin melihat secara langsung bagaimana di kepala wali kota ada seperti berdenyut kencang sebesar kepalan tangan, selain dari sakit ginjal yang diderita walai kota.

“Kegundahan wali kota ini diyakini berhubungan secara medik meski belum diuji secara medik, kalau variabelnya ada ya. kegundahan dan kegelisahan berdampak pada psikis,” jelasnya lagi.

Ia lanjutkan saat akan diobati, terdapat pelakuan agak unik karena bukan persoalan medical an sich (bukan medis saja) karena ada juga yang berkaitan dengan keyakinan.

“Itulah kemudian dikaitkan orang dengan jaulak (berkeliling), ikut Jamaah Tabligh padahal dia orang yg cukup moderat sekalipun ada amalan-amalan yang beliau lakukan sama tapi beliau bukan orang yang fanatik di bidang itu, mengapa saya katakan begitu, ia masih berpakaian seperti biasa, menggunakan kendaraan, makan di restoran. bukan seperti disampaikan orang itu didramatisasi,” tegas Salahudin.

Menurutnya, Helmi Hasan berprinsip hidup adalah menegakkan sunnah nabi seperti apa yang diperintahkan agama itu sebgai standarisasi.

“Apakah ia ikut jaulak atau kegiatan Jamaah Tabligh? saya tidak membenarkan juga menyalahkan namun bilamana persoalan-persoalan wali kota bisa diobati dan teratasi dengan kedekatan terhadap terhadap Ilahi dan di situ ada praktek-praktek ibadah. Namun konteks izin beliau bukan dalam rangka ibaadah karena kalau dalam rangka ibadah tentu ke Madinah, ia ke India untuk berobat,” lanjutnya.

Sementara itu cuti wali kota adalah cuti diluar tanggungan negara. urusan-urusan kedinasan telah didelegasikan pada wakil dan Sekda.

Ia katakan sejauh ini urusan kepemerintahan tidak ada yang terganggu komunikasi antara pimpinan semkin baik tidak terpecah belah, ada nuansa baru tercipta kemandirian untuk memutus mata ranti ketergantungan terhadap pimpinan.

“Pembangunan tetap berjalan, jalan rusak tetap diperbaiki, trotoar, fasilitas umum semuanya dibenahi meski tak ada wali kota, ketika mengkrtik keberadaan wali kota juga harus diimbangi, kenapa jalan tetap dapat diperbaiki, trotoar tetap dapat diperbaiki rumah sakit pembangunannya terus berjalan tak ada kepntingan khalyak terganggu,” katanya.