Desa Tertinggal
Kaur, kupasbengkulu.com – Kurangnya pelayanan kesehatan di daerah tertinggal membuat masyarakat, merasa kecewa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur.

Pasalnya, bertahun-tahun salah satu daerah sangat terpencil di Desa Penyandingan Kecamatan Maje Kabupaten Kaur tidak pernah ada pelayan Kesehatan seperti Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Salah satu warga Desa Penyandingan Leni (21) mengatakan, di desa-nya tidak pernah diadakan Posyandu, seperti di desa-desa lainnya. Tidak hanya itu, kata dia, balita di desa tersebut tidak pernah imunisasi.
Lebih menyedihkan lagi, sampai dia, jika sakit warga desa hanya berobat dengan obat-obatan tradisional, karena dengan cara demikianlah warga bisa mendapat pengobatan gratis.

“Dulu memang ada bidan desa, tapi tidak tinggal di desa ini, dan hanya sesekali bahkan sebulan tidak satu kali naik ke sini, jika sakit kami lebih memilih berobat kedukun dengan obat tradisional seperti daun dan akar-akaran,” ungkap Leni.

Tidak hanya itu, kendala terparah adalah jalan menuju desa mereka yang sangat buruk bahkan jika hujan motor tidak bisa lewat karena berlumpur. Namun mereka tidak pernah mengeluh, karena sudah terbiasa dengan keadaan demikian.

Untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka harus turun atau pergi ke desa sebelah yang berjarak kurang lebih 7 kilometer dengan melewati jalan yang sangat extrim.

“Kami sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, dan hanya satu minggu satu kali kami turun kedesa sebelah untuk membeli sembako. Kalao hujan turun kami harus berjalan kaki hingga 1 jam lamanya,” tuturnya sambil tersenyum.(mty)