ban

Modifikasi sepeda motor

Kaur, kupasbengkulu.com – Sulitnya medan yang dilalui warga menuju ladang dan kebun untuk mengais rupiah di Kabupaten Kaur, membuat warga punya inisiatif memodifikasi motor-motor mereka agar bisa dibawa ke kebun dan ladang untuk mengangkut hasil kebun.

Salah satu warga Yanto menerangkan, manyoritas warga menggunakan motor biasa untuk ke kebun. Namun, terkadang perjalanan mereka terhambat saat melewati jalanan yang berbukit dan berlumpur. Apalagi saat musim hujan tiba, jalanan tidak bisa dilalui oleh kendaraan biasa.

“Oleh karena itu kami memodifikasi motor agar bisa melewati jalanan yang mendaki, licin dan berlumpur,” kata Yanto, salah seorang petani kopi di Kecamatan Maje, Senin (17/11/2014).

Ia memanbahkan, mayoritas motor yang digunakan warga tidak utuh, seperti kebanyakan motor lainnya, karena sebagian body motor sudah di lepas, seperti kap sebelah kiri dan kanan, lampu, spion.

Bahkan, lanjut dia, stang motor juga sudah diganti untuk mempermudah penggunaan. Saat musim hujan tiba warga menggunakan rantai motor, yang dililitkan di roda motor, supaya roda tidak terlalu licin dalam mendaki jalanan yang berbukit dan lumpur.

Ditambahkannya, untuk memodifikasi kendaraan mereka tentunya tidak sendiri, melainkan dibawa ke bengkel-bengkel tertentu, yang bersedia melayani kemauan mereka, dan biasanya mereka punya bengkel langganan.

“Dengan motor seperti ini tentunya kami tidak berani untuk membawanya ke Kota Bintuhan. Karena takut nanti ditilang, apalagi kendaraanya sudah dimodifikasi. Kami hanya memakai kendaraan seperti untuk kekebun saja. Namun jika cuaca bagus dan panen masih lama biasanya kami bongkar lago motor untuk dibikin normal seperti sedia kala,” pungkas Yanto.

Perlu diketahui dengan motor modifikasinya tentu saja warga tidak bisa bebas menggunakan kendaraan tersebut, apalagi ke Kota Bintuhan. Karena selain bodi motor tidak seperti aslinya standard kendaraan juga kurang seperti sepion, lampu dan no plat kendaraan.(mty)