rempahKaur, kupasbengkulu.com – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) bekerjasama dengan Kementerian Daerah Tertinggal (KPDT) mengadakan pelatihan pengembangan pengolahan usaha tanaman rempah-rempah di Kabupaten Kaur, di salah satu hotel Kecamatan Kaur Selatan.

Salah satu perwakilan dari Unwahas Wahyuni Menerangkan ini merupakan pelatihan yang berkelanjutan, dan selama satu bulan kedepan masyarakat akan didampingi oleh dua orang mahasiswa dari Unwahas dalam membimbing pengembangan usaha pengolahan tanaman obat tersebut.

Dikatakan Wahyuni, selama ini masyarakat hanya tahu menjual tanaman obat mentah seperti cengkeh, pala, lada, jahe dan tanaman obat lainnya.

“Dengan pelatihan ini masyarakat akan dibimbing mulai dari pembibitan, pengolahan, perizinan, pendirian koperasi dan rumah pemasaran,” ungkap Wahyuni, Kamis (6/11/2014).

Kegiatan ini bertujuan, untuk memperbaiki kualitas rempah-rempah, jika dulu dijual mentah sekarang akan dijual setelah diolah. Selain itu, untuk peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan yang berkelanjutan melalui upaya pengembangan tanaman obat.

“Kegiatan ini bertujuan meningkat usaha pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan berkelanjutan. Kalau biasanya tanaman cengkeh itu hanya buahnya saja dimanfaatkan. Padahal daunnya juga bisa dimanfaatkan, oleh karena itu kita akan bantu alat untuk penyulingan daun cengkeh. Dan saat ini alat tersebut masih dalam tahap pemesanan. Diperkirakan paling lambat tiga bulan untuk pemesanan alat suling dauh tersebut,” demikian Wahyuni.(mty)