Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Meskipun Pemerintah Daerah (Pemda) telah merekrut Guru Bantu Daerah (GBD) jilid II tahun 2014 sebanyak 550 orang. Namun, masih menjadi keluhan para guru, yang kekurangan jam mengajar.

Keluhan tersebut, bukan saja dirasakan bagi guru didalam Kecamatan Kota Arga Makmur. Namun, di desa terpencil ikut merasakan hal serupa. Ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Utara.

Menyikapi permasalahan tersebut, Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi, kepada kupasbengkulu.com mengatakan, permasalahan itu memang diperlukan adanya pengawasan yang harus dilakukan pihak dinas terkait.

Artinya, dalam mengatasi hal itu, tentu harus dilakukan dengan seksama. Para guru bantu yang telah melaksanakan tugas sesuai dengan surat tugas tidak hanya berdiam diri. Jika mengetahui ditempat bertugas jumlah jam mengajar tidak bisa terpenuhi harus melaporkan hal itu dengan
pihak UPTD, yang ada di kecamatan. Sehingga, UPTD dapat mengambil jalan keluar dengan mencari sekolah yang kekurangan tenaga guru.

”Mengenai keluhan guru bantu yang kekurangan jam mengajar. Saya akan berkoordinasi dengan kepala dinas. Jika memang harus diperbaiki, Ia nanti kita akan perbaiki,” demikian Imron.(jon)