Foto : Menty Saputri

Foto : Menty Saputri

kaur, kupasbengkulu.com – Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) bantu 27 unit mesin dalam rangka pendidikan dan latihan penerapan fasilitas tekhnologi dan inovasi untuk pengolahan komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan didaerah tertinggal tahun 2014.

Dalam rangka serah terima 27 unit mesin tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kaur Hermen Malik, Kepala Bappeda M.Daud, Asisten Deputi Sumber daya Teknologi dan Inovasi Sri Sumaryanti, Prof Sumargono wakil Rektur UPN (Universitas veteran) Jawa Timur serta kepala SKPD dan juga perwakilan kelompok pengolahan pertanian Kabupaten Kaur.

Dari 27 unit mesin tersebut terbagi dari 8 jenis mesin yakni mesin perajang acak 8 unit, hammer mill 4 unit, penepung 4 unit, perajang kontinyu 1 unit, periris 2 unit, mixcer bumbu 2 unit, perajang keripik 2 unit dan box Friying 4 unit.

Kepala Bappeda M. Daud menjelaskan dari delapan jenis mesin tersebut tiga jenis mesin sebanyak 16 unit untuk tepung mocaf yakni mesin perancang acak 4 unit, hammer mill 4 unit dan penepung 4 unit.

“Kita mendekat tekhnologi ini kepada masyarakat supaya dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi. Dan mendekatkan pengetahuan lokal kepada masyarakat supaya tidak bermewah-mewah. Dengan budayakan tepung mocaf ini masyarakat bisa menambah nilai ekonomi dengan menanam ubi dan mengolahnya menjadi tepung dan keripik,” tutur Bupati Kaur Hermen Malik, Kamis (11/12/2014).

Saat ini penggunaan tepung movaf dikaur sudah lumanyan banyak dan bisa meminimalisir penggunaan tepung gandum.

“Dengan tepung mocaf di Kabupaten Kaur saat sudah meminimalisir pemakaian tepung gandum,” pungkas Hermen Malik.(mty)