U

U

kupasbengkulu.com, Bengkulu – Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) wilayah II Provinsi Bengkulu, Bambang Eko Saputro, mengatakan pihaknya menyediakan dua unit alat berat guna mengantisipasi longsor yang terjadi di sejumlah titik di Provinsi Bengkulu.

Dia mengatakan ada lima titik rawan longsor di wilayah/ sektor selatan, seperti di daerah Panjangan, Merpas Tebing Manula, dan tiga titik lainnya di jalur lintas Manna Tanjung Sakti sepanjang 40 kilometer.

“Di posisi yang kami tangani yakni wilayah selatan ada 5 titik yang dinyatakan rawan. Untuk itu sudah disediakan dua unit alat berat (excavator/ becko) karena selama ini sudah terjadi dua kali longsor selama musim penghujan,” ujar Bambang, Rabu (25/11/2015).

Selain itu, dia juga mengatakan pihaknya sudah menyiapkan posko di Manna dan sejumlah personil yang siap turun langsung ke lapangan apabila terjadi longsor kembali. Menurutnya longsor yang terjadi lantaran kondisi jalan yang berada di tebing dan masih sempit sehingga perlu dilakukan pelebaran jalan.

“Selama longsor memang hambatan sempat terjadi, tapi langsung bisa ditanggulangi sehingga tidak begitu mengganggu lalu lintas. Saat ini tengah terjadi pelebaran jalan seluas 6 meter melalui dana APBN,” katanya.

Sementara itu Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Husni Mahyudin, mengatakan memasuki musim penghujan perlu diwaspadai terjadinya bencana longsor dan banjir. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU kabupaten/ kota agar turut menyiagakan alat berat di sejumlah lokasi rawan longsor.

“Daerah pegunungan, Bengkulu Selatan, dan Kaur memang rawan longsor. Masyarakat dihimbau untuk menjauhi sungai-sungai besar saat hujan deras karena dikhawatirkan terjadi banjir,” demikian Husni.(val)