Lelang Raskin Bawa Kades Berurusan ke Polisi

0
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

kupasbengkulu.com – Gara-gara persoalan beras untuk masyarakat miskin (Raskin), Kepala Desa (Kades) Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Herman, S.Pd, I, dilaporkan warganya sendiri bernama Baharudin (45) ke aparat kepolisian.

Bahar mengaku, bahwa ia seharusnya kebagian jatah Raskin, tapi malah tidak mendapatkan bagian. Ini dialaminya bukan sekali ini saja, tetapi sudah beberapa kali.

“Kalau satu kali tidak masalah, tapi ini sudah berulang kali. Dan tidak hanya saya saja yang tidak dapat tetapi ada 6 Kepala Keluarga (KK) lainnya juga tidak mendapat Raskin. Padahal Raskin itu berlebih,” tutur Bahar, Jumat (23/05/2014).

“Kami tidak masalah jika beras itu habis terbagi. Akan tetapi kami tahu persis kalau beras tersebut belum habis dan dijual kembali ke pihak lain atau dilelangkan. Dan ini sungguh tidak manusiawi. Padahal kami sudah diberi kupon untuk pengambilan beras. Waktu mau menebus beras tersebut Kades bilang sudah habis,” keluh Bahar.

Terpisah, Kepala Desa Pengubaian Herman, ketika dikonfirmasi mengatakan jika beras tersebut sudah waktunya dilelang. Karena tak kunjung ditebus oleh warga, dan untuk menutupi pinjaman uang penebusan Raskin tersebut, sesuai dengan aturan yang ada maka Raskin dilelangkan.

“Menurut aturan yang berlaku jika tidak ditebus dalam jangka waktu 5 hari maka Raskin dilelang. Karena uang untuk penebusan Raskin itu uang kecamatan,” tegasnya.(mty)