Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah bersama tokoh agama Krsiten, Budha dan Hindu berjabat tangan demi menciptakan kedamaian umat beragama

Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah bersama tokoh agama Krsiten, Budha dan Hindu berjabat tangan demi menciptakan kedamaian umat beragama

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar acara halal bilhalal dan istighosah merayakan Idul Fitri 1436 Hijriah.

Dalam kesempatan ini, Gubernur sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh atau terpancing emosi berkaitan dengan insiden pembakaran toko dan musholah di Tolikara, Papua.

“Halal bilhalal merupakan acara yang kita gelar setiap tahun untuk merayakan Idul Fitri. Sekaligus saya ingin ingatkan agar insiden ‘Tolikara’ jangan sampai berkembang ke sini karena masyarakat Bengkulu adalah masyarakat yang cinta damai,” ujar Gubernur, Rabu (22/07/2015).

Acara halal bilhalal dan istighosah kali ini, penceramah kondang, Ustadz Riza Muhammad diundang untuk memberikan siraman rohani kepada seluruh jamaah yang hadir di lapangan View Tower Kota Bengkulu ini.

Ustadz Riza menyampaikan kecintaan seorang muslim dan muslimah terhadap keluarga. Bagaimana seorang isteri harus taat kepada perintah kepada agama dan berbakti kepada suami. Tidak hanya itu, isteri juga diharapkan tidak menjadi wanita yang banyak menuntut dan dapat menjaga auratnya dengan baik.

“Setiap bagian tubuh wanita bisa mendatangkan dosa bagi lawan jenisnya. Oleh karena itu harus dijaga sebaik mungkin,” katanya.

Tidak hanya itu, Gubernur juga menegaskan bahwa acara halal bilhalal dan istighosah ini bukan dikhususkan untuk mendoakan kasus hukum yang sedang dihadapi Gubernur. Sebagaimana yang tertera dalam spanduk acara tersebut bertuliskan “Kriminalisasi dan Politisasi Junaidi Hamsyah”, menurutnya hanya merupakan imbauan, bukan di arahkan ke sana.

“Saya tegaskan kembali, acara ini bukan untuk mendoakan masalah hukum yang sedang saya hadapi. Ini memang rutin dilakukan setiap tahun. Kalimat kriminalisasi dan politisasi itu hanya himbauan, tidak ada kaitannya dengan acara halal bilhalal dan istighosah. Saya tidak pernah mengarahkan ke sana jadi jangan sampai ini dikait-kaitkan,” pungkasnya. (val)