Danau Talang Kering Curup obyek wisata impian masyarakat.

Danau Talang Kering Curup, Kabupaten Rejang Lebong menjadi  obyek wisata impian masyarakat.

Rejang Lebong, Kupasbengkulu.com – Tatkala malam menjelang, lampu bertenaga surya  memancar menyinari  disekeliling Danau Talang Kering Curup. Hawa sejuk  menambah romantisme dan  daya tarik tersendiri.

Apalagi di altar utama tepi danau, kerlipan lampu warna-warni, semarakan suasana  bagi pengunjung  Danau Talang Kering yang selalu menarik dan membuat kenangan tersendiri bagi para pengunjung dengan keindahan danau ini.

Siang dan malam selalu menjadi tempat idola wisatawan dari berbagai daerah.

Danau yang menjadi salah satu kebanggaan  masyarakat Curup ini,  awalnya hanya genangan besar di kawasan Desa Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara Rejang Lebong.  Karena kondisi alam, lama-kelamaan, genangan itu kian  melebar  hingga menjadi danau indah seperti saat ini.

Karena letaknya di Dusun talang kering, maka lekatlah nama itu di danau. Sebelum menjadi obyek wisata nan indah, danau hanya dimanfaatkan warga sebagai arena pemancingan ikan dan mencari lobster yang ukurannya relatif besar.

Dapat Perhatian

Pemerintahpun  segera berinovasi, danau menjadi tempat  program re-stocking Ikan di Rejang Lebong. Danau menjadi fokus utama. Hanya saja kala itu,  belum tampak rencana pemerintah, untuk menjadikan kawasan di tepi jalan lintas utama Curup – Muara Aman ini menjadi kawasan wisata.

Akhirnya, di era Bupati Rejang Lebong Suherman, pembangunan di areal wilayah danau  direalisasikan sebagai kawasan wisata. Tahun 2015 lalu, performa danau dirombak, hingga kini menjadi tempat wisata impian  bagi wisatawan dari berbagai daerah.

“Sayangnya, kesadaran masyarakat masih kurang, soalnya selalu ada sampah berserakan setiap harinya,” keluh Farhan (28), seorang pengunjung danau.

Danau Talang Kering Curup kini eksis, meskipun masih berkonsep sekedar tempat  berhenti atau beristirahat saja. Belum ada retribusi, fasilitas penunjang seperti kamar mandi atau WC umum, arena bermain serta  areal jajanan.

Akankah pemerintah daerah kedepannya  bisa mempercantik, menjadikan kawasan wisata ini menjadi lebih menarik lagi?

Penulis : Adhyra Irianto