Kaur, kupasbengkulu.com – Musim panas yang melanda beberapa bulan terakhir tidak hanya membuat masyarakat Kabupaten Kaur kesulitan untuk mendapatkan air bersih, namun juga harga kebutuhan pokok yakni cabe dan sayur semakin meroket. Pasalnya disaat musim panas seperti ini petani sayur harus bekerja ekstra untuk mendapatkan hasil pertanian yang bagus.

Salah satu petani sayur Ismi (34) menuturkan, disaat musim panas seperti ini tanaman harus rutin disiram dan dipupuk, supaya hasilnya baik. Untuk mendapatkan air menyirami tanamannya Ismi harus mengangkut air dari sumur setiap pagi untuk disirami pada tanaman. Hal ini tentunya sangat menyita waktu, oleh karena itulah sayuran agak mahal dibandingkan saat musim penghujan.

Dikatakannya dari petani sayuran satu ikat dijual dengan harga Rp 3.500 sampai Rp 4.000. Sedangkan jika sudah dipasaran harga sayuran naik lagi hingga Rp 5.000 per ikatnya, itupun ikatannya sudah dikurangi. Untuk harga cabe saat ini mencapai Rp 55 ribu per kilonya.

“Kita bukannya memanfaatkan cuaca atau musim panas, untuk menaikan harga sayuran. Tapi memang pengolahan serta perawatannya mahal, dan menyita waktu,” tutup Ismi. (mty)