illustrasi

illustrasi

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Dalam proses seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Bengkulu penarikkan tabungan, dari nasabah di perbankan terbilang tinggi. Sebagaimana disampaikan, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, Fauzi Nugroho di Bengkulu, Senin (3/11/2014).

“Kita melihat penarikkan uang di tabungan oleh nasabah cukup tinggi menjelang proses tes CPNS. Saya tidak tahu ada gejala apa ini,” kata Fauzi berseloroh.

Ia menambahkan, dirinya belum dapat merincikan berapa jumlah penarikan dana tabungan masyarakat tersebut. Ia menyatakan, melihat kecenderungan penarikkan tabungan cukup tinggi. Ia menambahkan, masyarakat Bengkulu masih dibawah 20 persen menggunakan jasa perbankan dalam bentuk simpanan.

“Jumlahnya dibawah 20 persen menabung begitu juga asuransi masih cukup kecil juga,” jelas Fauzi.

Dikatakannya, penggunaan jasa perbankan di Bengkulu masih didominasi oleh kegiatan konsumtif yang terintegrasi dengan pinjaman bank terutama dilakukan oleh PNS. Selain itu, kata dia, ekonomi di Bengkulu tak ditopang oleh industri, geliat ekonomi di daerah ini katanya disokong oleh pertanian, perdagangan serta jasa hotel dan restoran.

Pada hal Bengkulu, tambah dia, memiliki potensi ekonomi yang cukup baik sebagai penambah pendapatan asli daerah. Terhadap persoalan ini maka dibutuhkan kepala daerah yang kreatif dan mau bekerja keras.

“Jika ada yang menyimpan uang di bank itu hanya pelaku usaha jumlahnya juga kecil,” demikian Fauzi.(kps)