h

Kupasbengkulu.com, Bengkulu– Dalam beternak itik petelur ada beberapa kiat agar hasilnya memuaskan. Masa puncak produksi terjadi pada bulan kedua, sejak awal masa bertelur. Dalam masa ini perlu diperhatikan benar, tentang beberapa faktor yang bisa menyebabkan merosotnya produktifitas, dan cara penanggulangannya.

Imbangan nutrisi dan optimalkan penyerapan nutrisinya, salah satu cara dengan pemberian additive, perhatikan kecukupan asupan asam amino, agar durasi pada masa puncak bisa maksimal. Optimalkan dan standarkan pakan dan perawatan, jangan mengubah pola pakan, serta pemeliharaan jika memang sudah maksimal.

Pada masa ini, stress lebih rentan memicu penurunan produksi. Mulai dari lingkungan kandang yang kurang kondusif, cuaca ekstrim, serta pola ransum yang berubah secara spontan.

Pencahayaan sangat diperlukan, minimal 10 jam pada malam hari, menggunakan bola lampu pijar. Hal ini  untuk membantu metabolisme serta  penyerapan kalsium, asam amino dan vitamin D, yang semuanya berperan penting dalam proses metabolisme, produktifitas.

Jaga Kondisi kandang
Agar memenuhi standar yang diinginkan, jangan biarkan orang lain, selain yang dipercaya  memasuki area kandang  saat pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB hingga siang  pukul 11.00 WIB.

Hal ini  dijaga agar tudak mengganggu proses produktifitas itik, tambahkan grit, protein, dan asam amino. Bila dirasa bentuk dan ukuran telur masih kurang maksimal, jadwal makan pagi idealnya dilakukan setelah pukull  05.00 WIB pagi, bersamaan dengan pengambilan telur. Jadwal makan pagi setidaknya mesti habis siang hari,  pukul 02.00 WIB, dan makan sore diberikan pada sorenya, pukul 03.00 WIB, dan mesti habis pukul  07.00 WIB malam.

Ini artinya, jatah makan pagi lebih banyak dari jatah makan sore. Konsentrat atau sumber protein di berikan 75 persen pada jatah makan pagi. Untuk 25 persenny pada makan sore, karena protein dan asam amino lebih di butuhkan pada pagi hari untuk pembentukan kerabang atau proses proses produksi .

Jika jatah sore diberikan sama dengan jatah pagi, maka hal ini kurang bagus pada durasi produksinya, karena pada jangka panjang akan menyebabkan itik menjadi kegemukan dan  produktifitas bebek akan menurun. (dodi)