11219041_BENGKULU_SUASANA DAN ISAK TANGIS DIRUMAH DUKA_6C

Jenazah satu keluarga yang tewas didalam mobil di Jakarta Timur saat di Kecamatan Putri Hijau.

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Pedagang batu akik asal Desa Pasar Sebelat Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, yang ditemukan tewas dalam mobil Daihatsu Grandmax bernopol BD 1821 AH, atas nama, Buyung (44), Desti Oktavia (37), dan anak sulungnya Chandra (4), di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2015), menyisakan duka yang mendalam bagi anggota keluarga, serta anak bungsunya, Keysi (2,5).

Kakak kandung almarhumah Desti, Muharman, mengatakan, sebelum meninggal dunia, Buyung meminta dirinya untuk membelikan makan malam, dengan menu favorit, pecel lele dan es jeruk.

Usai menyantap makanan, lanjut Muharman, adiknya Desti menyampaikan pesan bahwa dirinya beserta suami dan anaknya, Jumat (17/4/2015) pagi akan pulang ke Bengkulu.

”Saat itu almarhumah (Desti,red) mengatakan kepada saya jika dirinya bersama suami akan pulang ke Bengkulu Jumat pagi. Tapi, saya larang. Sebab, jika pulang ke Bengkulu tanpa dengan saya akan dimarah ibu,” kisah Muharman, Minggu (19/4/2015).

Muharman menyampaikan, dirinya tidak mengetahui jika keinginan pulang adiknya beserta sang suami dan anaknya tersebut, merupakan firasat.

”Ternyata perbincangan malam itu sebuah pertanda atau firasat,” ucap dia.

Sementara itu, salah satu kerabat korban di Desa Pasar Sebelat Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Yoyon Lubis mengatakan, dimata sahabat dan tetangga, almarhum Buyung, merupakan sosok yang gigih, dalam berjuang menafkahi anak dan istrinya, terlebih jika itu peluang bisnis halal yang menggiurkan.

”Orangnya supel, mudah bergaul, giat dan ulet dalam mencari nafkah,” aku Yoyon.

Untuk diketahui, Sabtu sore sekitar pukul 17.03 WIB, 2 mobil ambulance yang membawa 3 peti jenazah tiba di rumah duka, tangis dan histeris keluarga pecah saat satu per satu peti diturunkan dari dalam mobil ambulance. Ketiga korban dimakamkan berdekatan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang berjarak sekitar 150 meter dari rumah duka.

Sementara, Balita dari pasangan suami istri, Keysi, menjadi yatim piatu dan dirawat oleh Lusiyana adik kandung almarhumah, Desti.(gie)

(Baca juga : Melihat Celsi, Anak Bungsu Keluarga Penjual Akik yang Meninggal Itu)