Vaksin rabies hewan peliharaan.

Vaksin rabies hewan peliharaan.

Kaur, kupasbengkulu.com – Dengan kondisi kekosongan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Kabupaten Kaur warga mulai resah karena dalam dua minggu terakhir ini sudah dua warga terserang gigitan anjing yakni di Desa gedung Sako dan Desa Tanjung Besar Kecamatan kaur Selatan. Anjing tersebut diduga gila karena telah menggigit dua warga.

Karena diserang anjing yang diduga gila ini warga langsung mencari obat VAR, namun terjadi kekosongan. Akhirnya warga mencari di luar Kabupaten Kaur.

“Namun kondisi kekosongan VAR ini membuat korban mengalami kesulitan untuk mendapatkan VAR, dan terpaksa membeli diluar Kabupaten,” ungkap Yuli (31) warga bintuhan.

Tidak ada pilihan lain warga terpaksa membeli di luar daerah dengan harga yang lumayan tinggi. Bahkan untuk satu paket saja korban terpaksa harus mengeluarkan uang Rp1 juta.

Dikatakannya sampai saat ini warga masih resah terhadap serangan anjing yang membawa penyakit rabies.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur, Ir Herwan melalui Kabid P2PL Pauzi Razak, S.Km mengakui kondisi keksosongan VAR ini. Dan menurutnya kekosongan VAR tersebut saat ini sudah dilaporkan pihaknya ke Dinkes Provinsi Bengkulu, sayangnya VAR di Dinkes Provinsi juga sedang mengalami kekosongan.

Dikatakannya penyebab kekosongan ini adalah saat digigit anjing warga langsung meminta vaksin, padahal anjing tersebut belum tentu terserang Rabies akibatnya di Kaur kekosongan stock VAR.

“Kondisinya benar-benar habis, dan yang ada di Provinsi Bengkulu juga kosong saat ini yang ada sudha kadaluarsa dan tidak bisa digunakan lagi,” papar Pauzi. (mty)