Foto mang jon

kupasbengkulu.com – Warga dari dua desa, masing-masing Desa Pematang Sapang dan Pagar Banyu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara meminta kepada pihak pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan irigasi sepanjang 200 meter dan drainase 400 meter.

Kerusakan dua fasilitas tersebut bagi warga dua desa ini tentu menjadi kendala, karena warga yang mengandalkan sumber air untuk mengelola sawah, serta meluapnya genangan air pada saat musin hujan.

Menurut pengakuan warga Desa Pematang Sapang, Syahril, penyebab kerusakan pada fasilitas umum berupa irigasi yang ada di desanya disebabkan oleh alat berat milik PT. Pulau Batu Intan yang sedang mengerjakan proyek pengaspalan badan jalan dari Desa Kemumu menuju Dusun Curup, Kecamatan Arma Jaya pada tahun 2014 ini.

Dengan kerusakan sarana irigasi, tambah dia, berimbas pada kerugian pada masyarakat petani sawah yang tidak dapat mengarap sawahnya.

Persoalan berbeda diunkapkan warga Desa Pagar Banyu, Sapari, yang mengatakan bahwa, kerusakan pada drainase di kiri kanan jalan di desanya menjadi kendala bagi warga. Pasalnya, pada saat hujan tiba, air yang ada pada drainase meluap ke badan hingga masuk kepekarangan rumah warga.

Bahkan, kata dia, tidak menutup kemungkinan air yang tidak tertampung itu masuk ke dalam rumah warga.

“Drainase di desa kami rusak. Kami minta kepada pihak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera memperbaikinya,” harap Sapari.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PU Bengkulu Utara, Maswandi melalui Kabid Bina Marga, Ramli Efendi, kepada kupasbengkulu.com, Sabtu (20/9/2014) tidak membantah dengan kondisi sarana umum berupa irigasi dan drainase yang rusak akibat alat berat yang sedang mengerjakan proyek jalan.

Ia berjanji, akan memanggil pihak rekanan untuk segera melakukan perbaikan.

“Kita sudah mengecek di lapangan. Sebelum pihak rekanan memperbaiki fasilitas yang rusak, pihaknya tidak akan menerima hasil pekerjaan proyek tersebut,” janji Ramli.(jon)