Ricky Gunarwan

Ricky Gunarwan

 

Bengkulu,kupasbengkulu.com – Indonesia merupakan salah satu negara produsen karet terbesar di dunia. Namun disayangkan serapan untuk dalam negeri masih minim. Untuk itu, pemerintah akan mengeluarkan peraturan terkait penyerapan karet untuk pasar domestik. Sehingga suplay karet ke pasar dunia dapat dikurangi.

“Untuk karet sendiri akan disusun peraturannya oleh pemerintah pusat. Nantinya 550 ton karet diserap pasar domestik, sehingga untuk ke luar negeri jumlah karetnya terbatas. Ini dilakukan agar harga meningkat dengan cara mengurangi suplay karet ke pasar dunia,” terang Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, Senin (11/04/2016).

Diketahui dari produksi karet alam nasional sebesar 3,2 juta ton pada tahun 2015, hanya sekitar 600 ribu kilogram yang diserap pasar domestik. Pemerintah menargetkan dapat meningkatkan penyerapan karet hingga 100 ribu kilogram pertahun pasca diterbitkannya aturan tersebut.

“Saat ini harga karet di tingkat pabrik sekitar Rp 6.000 perkilogram, sedangkan di tingkat petani Rp 4.000-5.000 perkilogram. Dengan kebijakan ini nanti diperkirakan harga karet bisa di atas Rp 6.000 perkilogram karena kalau harga karet di tingkat dunia meningkat akibat terbatasnya suplay dan banyaknya permintaan, otomatis harga di tingkat nasional juga meningkat,” pungkasnya.(val)